RESPONS JAGUNG DAN KEDELAI YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DAN SIFAT-SIFAT FISIKA ENTISOL PADA SISTEM OLAH TANAH KONSERVASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

RESPONS JAGUNG DAN KEDELAI YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DAN SIFAT-SIFAT FISIKA ENTISOL PADA SISTEM OLAH TANAH KONSERVASI


Pengarang

M. Abduh Ulim - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9992040110

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2003

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada tanah-tanah yang diolah secara konvensional, struktur tanah menjadi lebih halus dan lebih mudah terdispersi oleh butir-butir hujan yang mengakibatkan
penyumbatan pori-pori tanah sehingga infiltrasi berkurang, sedangkan aliran

. permukaan dan erosi menjadi lebih besar. Tanah-tanah demikian agregatnya tidak

stabil, porositas dan kandungan air tanah rendah, bobot isi tanah menjadi lebih

tinggi, dan tanah menjadi lebih padat. Struktur tanah alami yang terbentuk karena penetrasi akar tanaman atau kegiatan fauna tanah akan menjadi rusak oleh pengolahan tanah yang terlalu sering. Dengan demikian, jika sistem bertani dengan olah tanah konvensional pada lahan kering dibiarkan terns berlangsung seperti sekarang tanpa disertai usaha konservasi tanah, produktivitas tanah cepat merosot dan generasi mendatang akan mewarisi lahan kritis yang sangat luas. Oleh karena itu, untuk menghindarkan hal yang tidak diinginkan ini, perlu dicari cara bercocok tanam yang dapat menghindari kerusakan tanah yaitu dengan menerapkan sistem olah tanah konservasi.
Tujuan penelitian adalah mengkaji hasil jagung yang ditanam secara tumpangsari dengan kedelai pada populasi tertentu dengan olah tanah konservasi
pada Entisol dan mengkaji sifat-sifat fisika tanah Entisol akibat olah tanah
-
konservasi dan tumpangsari antara jagung dan kedelai.

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unsyiah yang berlangsung dari akhir Desember 2001 sampai dengan Maret 2002. Ukuran petak percobaan yaitu 3 x 4 meter yang dibagi ke dalam 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdapat 6 plot percobaan sehingga terdapat 18 plot percobaan.
Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) pola
olah tanah dan olah tanah minimum. Sedangkan faktor tumpangsari antara kedelai dengan jagung terdiri dari 3 (tiga) macam populasi yaitu 25% jagung + 75% kedelai, 50% jagung + 50% kedelai, dan 75% jagung + 25% kedelai.
Perlakuan olah tanah minimum, pengolahan hanya dilakukan satu kali sedalam 15 cm, sedangkan pada sistem tanpa olah, gulma yang ada dipermukaannya dimatikan dengan menyomprotkan herbisida.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem olah tanah konservasi memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman jagung, porositas total, pori aerasi, bobot biji kering kedelai tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot isi, pori air tersedia dan bobot biji kering jagung. Selanjutnya porositas total,
pori aerasi dan bobot biji kering kedelai tertinggi akibat olah tanah konservasi


terdapat pada perlakuan olah tanah minimum.

Sistem tumpangsari antara jagung dan kedelai pada berbagai tingkat populasi memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap porositas total, bobot biji kering jagung dan bobot biji kering kedelai, tetapi perbedaan tidak terjadi pada tinggi tanaman jagung, bobot isi, pori aerasi, clan pori air tersedia.
Porositas total dan bobot biji kering jagung tertinggi akibat perlakuan sistem tumpangsari antara jagung clan kedelai terdapat pada populasi tanaman 75% jagung
+ 25% kedelai, sedangkan bobot biji kedelai tertinggi terdapat pada populasi
tanaman 50% jagung + 50% kedelai. Interaksi antara sistem olah tanah konservasi dan tumpangsari antara jagung dan kedelai dengan berbagai tingkat populasi hanya terjadi terhadap tinggi tanaman kedelai, stabilitas agregat dan permeabilitas tanah.
Kombinasi perlakuan terbaik pada sistem olah tanah konservasi dan tumpangsari antara jagung dan kedelai pada berbagai tingkat populasi terhadap
stabilitas agrega,.t dan permeabilitas tanah terdapat pada perlakuan tanpa olah tanah
dengan populasi tanaman 25% jagung + 75% kedelai.








faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor yang diteliti, yaitu olah tanah konservasi dan tumpangsari. Faktor olah tanah konservasi terdiri atas 2(dua) taraf yaitu tanpa



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK