<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160593">
 <titleInfo>
  <title>BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS  SEKOLAH DIKABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dinul Fahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya organisasi sekolah adalah salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya implementasi MBS.  Tujuan penelitian  ini untuk  mengetahui pemahaman  personil terhadap   visi   dan  misi   sekolah,   nilai-nilai   dalam  pengambilan  keputusan   dan pemecahan masalah, sistem komunikasi serta faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi MBS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan  data  dilakukan melalui  observasi, wawancara,  dan dokumentasi.  Subjek penelitian  adalah  kepala  sekolah,  guru, pegawai  dan  komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: (1) Personil memahami visi dan misi sekolah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan. Namun  dalam pelaksanaannya,  tugas  sekedar  rutinitas  dan kurang  terarah  karena rumusan visi dan misi sekolah hanya formalitas, simbol, dan pelengkap  administrasi sekolah. (2) Nilai-nilai dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah adalah musyawarah/mufakat untuk keputusan  yang berdampak  besar terhadap  sekolah, dan nilai-nilai instruktif kepala  sekolah untuk keputusan yang bersifat  segera dan tingkat resikonya kecil. (3) Komunikasi menganut sistem formal untuk kegiatan resmi sekolah, dan sistem nonformal untuk kegiatan-kegiatan yang tidak resmi. Komunikasi  sistem formal dan nonformal berlangsung harmonis sehingga menghasilkan informasi terbuka (transparan)   di  antara   seluruh  personil,   dan   (4)  Faktor-faktor  pendukung   dan penghambat  implementasi  MBS. Faktor pendukung, yaitu:   tingginya intensitas kerja sama personil terhadap kegiatan-kegiatan sekolah, kepemimpinan kepala sekolah memberikan  kepuasan personil,  adanya pertemuan/rapat  berkala  di sekolah,  sekolah mempunyai otonomi yang kuat, tingginya  perhatian  sekolah terhadap  personil,  dan adanya partisipasi masyarakat kepada  sekolah. Sedangkan faktor penghambat,  yaitu: program kepala sekolah terlalu muluk-muluk sehingga hanya sebagian kecil terlaksana, disiplin personil rendah, dan peran komite kecil karena kedudukannya  dalam struktur sekolah di bawah kepala sekolah.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Budaya Organisasi dan Manajemen Berbasis Sekolah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 10:20:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 10:20:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>