<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160371">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN KABEL TEGANGAN MENENGAH 20 KV STUDI KASUS PADA PENYULANG ULEE KARENG MENGGUNAKAN APLIKASI ETAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIDHO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Abstrak - Gangguan hubung singkat merupakan permasalahan yang umum terjadi pada sistem tenaga listrik, khususnya pada jaringan distribusi Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 kV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gangguan hubung singkat terhadap tegangan dan arus pada Penyulang Ulee Kareng serta membandingkan besarnya arus pada berbagai jenis gangguan agar dapat menjadi acuan untuk menentukan proteksi yang tepat. Metode penelitian menggunakan metode per fasa untuk gangguan simetris, metode jaringan urutan untuk gangguan asimetris dan simulasi menggunakan software ETAP dengan data teknis dari PLN UP2D Aceh. Fokus simulasi berada pada Bus MDT-39 Penyulang Ulee Kareng yang meliputi gangguan simetris dan asimetris. Perhitungan manual dilakukan untuk memverifikasi hasil simulasi. Arus gangguan tertinggi terjadi pada gangguan 3 fasa di Bus TD 02 sebesar 14,313 kA, dan terendah pada gangguan 1 fasa ke tanah di Bus MDT-39 sebesar 0,303 kA, tegangan turun hingga 0 kV dan kehilangan daya 3,326 MVA di beban ulee kareng. Gangguan 2 fasa dan 2 fasa ke tanah masing-masing menyebabkan tegangan turun menjadi 12,700 kV dan 18,980 kV. Perhitungan manual menunjukkan arus 3 fasa menurun dari 15,880 kA pada 25% menjadi 3,971 kA pada 100% panjang penyulang, hal ini menunjukkan bahwa lokasi dan impedansi sangat memengaruhi besarnya arus gangguan.&#13;
Kata Kunci: Gangguan hubung singkat, ETAP, SKTM 20 kV, Penyulang Ulee Kareng, sistem proteksi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 22:38:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 11:42:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>