REDESAIN BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

REDESAIN BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA


Pengarang

AJA SALVIRA HUMAIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Safwan - 197001011997021001 - Dosen Pembimbing I
Dyah Erti Idawati - 196707031997022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104104010101

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bandar udara atau yang lebih dikenal sebagai bandara merupakan infrastruktur penting dalam sistem transportasi yang memfasilitasi pergerakan penumpang maupun kargo. Sejarah bandara di dunia mencerminkan evolusi penerbangan sipil yang dimulai sejak awal abad ke-20, (Dinas Perhubungan Aceh, 2024). Bandara telah mengalami kompleks infrastruktur canggih yang menjadi nadi perhubungan dunia. Sebagai salah elemen krusial bandara memainkan peran yang sangat signifikan dalam perkembangan ekonomi, sosial-budaya, dan hankam sebagai pintu gerbang sebuah daerah. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan mobilitas tersebut maka peran bandara semakin kompleks dan menuntut adaptasi terhadap dinamika perkembangan teknologi, lingkungan, dan kebutuhan pengguna. Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda merupakan infrastruktur transportasi vital bagi Provinsi Aceh yang berperan sebagai pintu gerbang utama kawasan. Meskipun telah berstatus internasional, bandara ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti sirkulasi penumpang yang kurang lancar, keterbatasan fasilitas komersial, serta tingginya biaya operasional yang tidak seimbang dengan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang terminal penumpang dengan memperhatikan efisiensi ruang, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan identitas lokal melalui pendekatan arsitektur bertema Cultural Symbol. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur, studi banding, serta analisis kebutuhan dan distribusi ruang berdasarkan standar internasional. Hasil dari perancangan ini meliputi optimalisasi sirkulasi penumpang, integrasi elemen budaya Aceh pada tampilan arsitektur bangunan, serta pengembangan zona komersial dan fasilitas hiburan yang lebih atraktif. Diharapkan, desain baru ini mampu meningkatkan kenyamanan, efisiensi operasional, dan daya tarik wisatawan, serta memperkuat posisi Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai simbol kebanggaan Aceh dalam skala global.
Kata Kunci: Bandara, Cultural Symbol, Redesain

Sultan Iskandar Muda International Airport is a crucial transportation hub for Aceh Province, serving as the region's primary gateway. Despite its international status, the airport faces challenges such as poor passenger flow, limited commercial facilities, and high operational costs that are not matched by revenue. This research aims to redesign the passenger terminal by focusing on space efficiency, enhancing service quality, and emphasizing local identity through an architectural approach themed Cultural Symbol. The methods employed include field observations, literature reviews, comparative studies, and analysis of space requirements and distribution based on international standards. The design outcomes include improving passenger circulation, incorporating Acehnese cultural elements into the building’s architecture, and developing commercial zones and more engaging entertainment facilities. It is hoped that the new design will enhance comfort, operational efficiency, and tourist appeal, while strengthening Sultan Iskandar Muda Airport's role as a symbol of Aceh's pride on a global scale. Keywords: Airport, Cultural Symbol, Redesign

Citation



    SERVICES DESK