<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160255">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI TROMBOSIT, NEUTROFIL, DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) DARAH TEPI DENGAN KEKERAPAN EKSASERBASI DAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadhlul Huda Suardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ditandai dengan inflamasi saluran napas, hipersekresi mukus, kerusakan jaringan dengan gangguan perbaikan, dan renovasi pembuluh darah paru. Tujuan utama dari pengobatan dari PPOK adalah mencegah eksaserbasi. Biomarker PPOK eksaserbasi akut yang ideal harus menggambarkan peningkatan akut peradangan saluran napas yang biasa diamati pada kelompok pasien ini, memprediksi hasil yang merugikan, dan diukur dengan baik menggunakan metode yang tidak mahal. Pemeriksaan trombosit, neutrofil dan rasio neutrofil-limfosit (RNL) dapat menjadi alternatif yang baik.&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit, neutrofil, dan RNL dengan tingkat keparahan dan kekerapan eksaserbasi PPOK stabil berdasarkan GOLD di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.&#13;
Metode: Penelitian analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik consecutive sampling pada pasien PPOK yang menjalani berobat jalan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara trombosit dengan kekerapan eksaserbasi (r=0,612; p=0,000) namun tidak dengan keparahan PPOK (r=0,275; p=0,116). Jumlah neutrofil segmen berhubungan dengan kekerapan eksaserbasi (r=0,548; p=0,001) dan keparahan PPOK (r=0,566; p=0,000). RNL berhubungan dengan kekerapan eksaserbasi (r=0,612; p=0,000) dan keparahan PPOK (r=0,524; p=0,001)&#13;
Kesimpulan: Penilaian trombosit, neutrofil dan RNL dapat menjadi suatu modalitas dan target terapi yang baik untuk mencegah eksaserbasi pada PPOK. Jumlah neutrofil dan RNL berhubungan dengan keparahan PPOK, hal ini mungkin terkait dalam peran mereka dalam mencetuskan emfisema melalui peradangan yang persisten.&#13;
Kata Kunci: PPOK, Kekerapan eksaserbasi, keparahan asma, trombosit, rasio neutrofil dan limfosit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160255</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 15:45:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 11:22:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>