<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160251">
 <titleInfo>
  <title>LOCAL WISDOM IN THE FOLKLORE AND TRADITIONS OF THE HALOBAN COMMUNITY IN PULAU BANYAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VIDIA LOLITA BERAMPU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji folklor, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Haloban di Pulau Banyak, Aceh, Indonesia, dengan fokus pada pelestarian dan revitalisasi tradisi budaya yang terancam punah. Bahasa Haloban, yang sebagian besar digunakan oleh para tetua, berada dalam risiko kepunahan, bersama dengan kekayaan folklor dan tradisi masyarakat tersebut. Studi ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan lima informan yang terdiri atas dua praktisi budaya, seorang kepala desa, seorang cucu panglima kerajaan, dan seorang nelayan, untuk mendokumentasikan tradisi lisan mereka.&#13;
&#13;
Temuan penelitian menunjukkan adanya pengetahuan budaya yang mendalam yang tertanam dalam folklor dan tradisi mengenai asal-usul kerajaan di Haloban, ziarah ke Desa Lamo, pakaian adat, pernikahan, tarian Pulau Haloban, balimo-limo, kanduri blang, dan tulak bala. Kearifan lokal yang terkandung dalam folklor dan tradisi tersebut mencerminkan penghormatan yang besar terhadap warisan leluhur, pentingnya identitas budaya, kohesi sosial, penghormatan terhadap alam, dan makna spiritual dari ritual dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat Haloban.&#13;
&#13;
Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian tradisi-tradisi ini untuk menjaga identitas budaya masyarakat serta mewariskan nilai-nilai penting terkait lingkungan dan sosial kepada generasi mendatang. Studi ini turut berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya yang lebih luas, memperkaya pemahaman tentang praktik budaya unik masyarakat Haloban, dan menekankan perlunya langkah-langkah proaktif untuk melindungi serta menghidupkan kembali bahasa dan tradisi yang terancam punah di komunitas-komunitas terpencil.&#13;
&#13;
*Kata kunci*: pelestarian budaya, bahasa terancam punah, folklor Haloban, kearifan lokal, Pulau Banyak, Aceh, tradisi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160251</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 15:43:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 10:05:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>