<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160215">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH AMANDEMEN TANAH, KEKERINGAN DAN VARIETAS  TERHADAP PERUBAHAN MORFOAGRONOMIS DAN KETAHANAN KEKERINGAN PADI (ORYZA SATIVA L.) DENGAN SISTEM RATUN,</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AKHSANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan pangan masyarakat Indonesia menjadikan proses budidaya tanaman padi menjadi penting untuk diperhatikan. Kondisi kekeringan merupakan faktor utama yang menurunkan produksi padi terutama kekeringan pada fase vegetatif. Hal ini dapat diantisipasi dengan sistem ratun yaitu tanaman dapat tumbuh kembali setelah panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan morfoagronomi dan ketahanan kekeringan padi ratun dengan pemberian amandemen tanah dan perlakuan kekeringan pada dua varietas padi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca 2 dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dari bulan Oktober 2024 sampai Januari 2025. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah pot dengan kapasitas tanah 10 kg, alat pengukur nilai SPAD (Soil Plant Analysis Development) Minolta-502, hand sprayer, selang air, timbangan analitik, meteran, gunting tanaman, dan kamera handphone. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman padi varietas IPB 9G dan Inpago 12 Agritan yang berasal dari penelitian sebelumnya yaitu Cut Huzaifah yang dipanen pada bulan September 2024, alat tulis, pupuk NPK Phonska 15:15:15, pupuk urea, vermikompos, ecofarm dan mikoriza. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial split split plot 3 x 2 x 2 dengan 3 kali ulangan. Amandemen tanah terdiri dari 3 taraf: vermikompos 50 g tanaman-1, ecofarm 15 ml biang liter air-1, dan mikoriza 4 g tanaman-1; kekeringan dengan 2 taraf: tanpa kekeringan dan kekeringan; dan varietas dengan 2 taraf: IPB 9G dan Inpago 12 Agritan. Kombinasi perlakuan terbaik terhadap hasil padi ratun terdapat pada kombinasi perlakuan mikoriza 4 g tanaman-1, kekeringan, dan varietas padi IPB 9G yang menunjukkan berat gabah berisi tertinggi yaitu 9,58 g gabah rumpun-1. Ratun padi tetap dapat berproduksi meskipun pada kondisi kekeringan dengan daya hasil 53% lebih rendah dibandingkan dengan hasil pada padi utama.&#13;
&#13;
Kata kunci: kekeringan tanaman, ratun padi, varietas padi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160215</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 15:09:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 21:41:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>