<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160207">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ECOFARM DAN KEKERINGAN TERHADAP PRODUKSI OSMOLIT DAN ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN PADI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FADIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan menjadi ancaman utama bagi produktivitas tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk organik Ecofarm dan cekaman kekeringan terhadap produksi osmolit (prolin, gula terlarut, protein terlarut) dan aktivitas antioksidan pada dua varietas padi, yaitu IPB 9G dan INPAGO 12 Agritan. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca 2, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial split split plot dengan tiga faktor: faktor pertama Ecofarm; tanpa pemberian ecofarm (E0), pemberian ecofarm 5 hari sebelum tanam dan 2 minggu sekali sampai panen (E1) dan pemberian ecofarm 5 hari sebelum tanam dan 3 minggu sekali sampai panen (E2). Faktor kedua; perlakuan kekeringan fase vegetatif (K1) dan reproduktif (K2). Faktor ketiga; dua varietas padi, varietas IPB 9G (V1) dan INPAGO 12 Agritan (V2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Ecofarm, kekeringan dan varietas berpengaruh signifikan terhadap kadar prolin, gula terlarut, kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan. Perlakuan Ecofarm tiga minggu sekali pada fase vegetatif meningkatkan produksi osmolit dan aktivitas antioksidan secara optimal. Varietas IPB 9G menunjukkan respons fisiologis yang lebih stabil dibandingkan INPAGO 12 Agritan dalam kondisi cekaman. Pemberian Ecofarm terbukti efektif sebagai strategi adaptif untuk meningkatkan ketahanan padi terhadap kekeringan dan mendukung budidaya berkelanjutan di tengah perubahan iklim. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu terdapat pada perlakuan penyemprotan E2 (ecofarm 3 minggu sekali) dengan perlakuan kekeringan K1 (fase vegetatif) dan penggunaan varietas padi V1 (IPB 9G), menunjukkan hasil terbaik pada peningkatan produksi osmolit, serta aktivitas antioksidan yang tinggi yang mendukung ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160207</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 14:57:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 11:29:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>