<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160191">
 <titleInfo>
  <title>MEDIA SOSIAL DAN PREFERENSI POLITIK PEMILIH PEMULA DI GAMPONG BEURAWE KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAYSA ZILVA NABILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemilih pemula di Gampong Beurawe memanfaatkan media sosial sebagai sumber utama untuk mencari informasi mengenai pasangan calon presiden pada Pilpres 2024. Informasi yang diperoleh menjadi dasar dalam membentuk preferensi politik mereka. Media sosial berperan sebagai ruang terbuka yang memungkinkan akses informasi, interaksi, diskusi, dan penyampaian pendapat terkait isu-isu politik. Dalam kerangka teori ruang publik Jurgen Habermas, media sosial dipandang sebagai ruang diskursus rasional yang memungkinkan partisipasi aktif tanpa dominasi. Pertukaran informasi yang cepat dan dua arah mendorong diskusi publik yang memperkuat pengetahuan, pandangan politik, dan partisipasi pemilih pemula. Transformasi ruang publik dari bentuk fisik ke digital menunjukkan bahwa praktik demokrasi kini juga berlangsung secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana informasi di media sosial menjadi dasar pertimbangan pemilih pemula di Gampong Beurawe dalam menentukan pilihan politik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali wawasan mendalam dari informan. Penelitian ini menemukan bahwa pemilih pemula di Gampong Beurawe menentukan pilihan berdasarkan visi-misi dan kinerja pasangan calon. Dinamika preferensi politik, adanya perubahan dukungan pemilih pemula yang dipengaruhi oleh informasi yang mereka konsumsi melalui media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial telah menjadi elemen penting dalam kontestasi politik saat ini. Oleh karena itu, validitas informasi menjadi sangat krusial sebelum mereka membentuk preferensi politik. Pemilih pemula dituntut memiliki sikap kritis dan literasi digital yang memadai untuk menyaring informasi politik secara objektif dan menghindari hoaks di media sosial.&#13;
Kata Kunci: Media Sosial, Ruang Publik, Dinamika Preferensi Politik, Pemilihan Presiden&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160191</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 14:17:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 17:44:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>