<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160189">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA L.) SEBAGAI LARUTAN PENCUCI LUKA GORES PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS L.) YANG TERINFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NIKMA MAULIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak air daun kirinyu (Chromolaena odorata L.) konsentrasi 7,5% sebagai larutan pencuci luka gores pada mencit (Mus musculus L.) yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Sebanyak 36 ekor mencit diberikan luka gores pada punggungnya, kemudian luka tersebut dikontaminasi Staphyloccos. aureus. Keesokan harinya, luka dicuci dengan larutan perlakuan. Perlakuan K0 menggunakan larutan NaCl 0,9%, pengamatan dilakukan di hari ke-3 (K0H3) dan hari ke-5 (K0H5). Perlakuan KP menggunakan larutan ekstrak air daun kirinyu 7,5%, pengamatan dilakukan di hari ke-3 (KPH3) dan hari ke-5 (KPH5). Parameter penyembuhan luka yang diukur secara makroskopis berupa hiperemi, granulasi, krusta dianalisis secara deskriptif. Parameter pengukuran kontraksi luka dianalisis menggunakan ANOVA serta dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan larutan pencuci luka berpengaruh terhadap kontraksi luka, granulasi, dan krusta. Pencucian luka gores dengan larutan ekstrak air daun kirinyu 7,5% pada hari ke-3 (KPH3) memberikan kontraksi luka tertinggi (94,56%) dibandingkan NaCl 0,9% (86,56%), dengan perbedaan signifikan (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160189</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 14:13:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 18:24:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>