ANALISA RISIKO PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BAGI MASYARAKAT DESA SUAK PUNTONG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA RISIKO PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BAGI MASYARAKAT DESA SUAK PUNTONG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

FITRI MAISARA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110101010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan raya merupakan salah satu industri proyek energi terbesar di Aceh yang berlokasi ditengah pemukiman masyarakat di Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Risiko yang di timbulkan oleh keberadaan industri PLTU diwilayah masyarakat setempat, mecakup adanya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pandangan, kondisi, serta pengelolaan terhadap risiko yang dilakukan masyarakat di Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui risiko yang dihadapi akibat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bagi masyarakat Desa Suak Puntong. Penelitian ini mengunakan metodelogi kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Suak Puntong memilih untuk beradaptasi dan bersikap pasrah dengan kondisi lingkungan mereka yang berisiko, sikap tersebut muncul karena adanya ketergantungan ekonomi pada industri PLTU Nagan Raya. Kurangnya informasi dan pengetahuan terkait risiko yang disebabkan oleh PLTU membuat masyarakat cenderung menerima dan memahami keadaan lingkungan mereka. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko (risk society) yang dikemukan oleh Ulrich Beck, kelompok yang berada di tengah kemajuan teknologi, namun tidak memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai untuk mengetahui risiko yang mereka hadapi di masa mendatang.


Kata Kunci: PLTU, Masyarakat Risiko, Desa Suak Puntong

ABSTRACT The Nagan Raya Steam Power Plant (PLTU) is one of the largest energy project industries in Aceh which is located in the middle of a community settlement in Suak Puntong Village, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency. The risks posed by the existence of the coal-fired power plant industry in the local community include environmental pollution, health problems, and socio-economic conditions of the community. This research was conducted to see how the views, conditions, and management of risks carried out by the community in Suak Puntong Village, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency. The purpose of this research is to find out the risks faced by Steam Power Plants (PLTU) for the people of Suak Puntong Village. This research uses a qualitative methodology that is descriptive with a case study approach. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the people of Suak Puntong Village choose to adapt and be resigned to their risky environmental conditions, this attitude arises due to the economic dependence on the Nagan Raya coal-fired power plant industry. The lack of information and knowledge related to the risks caused by coal-fired power plants makes people tend to accept and understand the state of their environment. The theory in this study uses the risk society theory put forward by Ulrich Beck, a group that is in the midst of technological advancement, but does not have the ability and understanding to know the risks they face in the future. Keywords: (PLTU), At-Risk Community, Suak Puntong Village,

Citation



    SERVICES DESK