<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160171">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS ASAM TERHADAP RENDEMEN DAN KARAKTERISTIK GELATIN DARI KULIT TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agillia Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gelatin merupakan biopolimer yang bernilai tinggi dan umumnya diperoleh dari hasil samping hewan seperti kulit ikan, sehingga menjadi alternatif berkelanjutan dibandingkan sumber tradisional seperti sapi dan babi. Proses ekstraksi gelatin dipengaruhi oleh jenis asam yang digunakan, yang berdampak pada rendemen dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penggunaan asam sitrat dan asam asetat terhadap gelatin yang diekstraksi dari kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Gelatin yang diperoleh dievaluasi berdasarkan rendemen, komposisi proksimat, gugus fungsi menggunakan FTIR, dan morfologi permukaan melalui SEM. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan asam asetat menghasilkan rendemen yang secara signifikan lebih tinggi (4,62%) dibandingkan asam sitrat (2,46%). Komposisi proksimat dari gelatin asam asetat memiliki kadar air, lemak, protein, abu dan viskositas masing masing sebesar 4,3%, 0,4%, 94,8%, 0,5%, dan  2.402 mPa.s . Sementara itu komposisi proksimat gelatin sitrat memiliki kadar air, kadar lemak, protein, abu, dan viskotas masing masing sebesar 9,8%, 0,1%, 80,6%, 0,3%, 4.862 mPa.s. Gelatin dari asam asetat juga memiliki kadar protein lebih tinggi serta kadar air dan abu yang lebih rendah. Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas gelatin seperti Amida I, II, dan III. Hasil SEM menunjukkan struktur yang lebih padat dan seragam pada gelatin hasil ekstraksi dengan asam asetat, sedangkan gelatin dari asam sitrat menunjukkan permukaan yang lebih berpori dan tidak beraturan. Kesimpulannya, asam asetat lebih efektif dibandingkan asam sitrat dalam menghasilkan gelatin dari kulit ikan tuna dengan rendemen dan kualitas yang lebih baik. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Gelatin, Kulit ikan tuna, Asam sitrat, Asam asetat, FTIR, SEM&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160171</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 13:25:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 10:59:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>