<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160169">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI ADAPTASI PETANI JAGUNG DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI KECAMATAN BABUL MAKMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LINDSAY SITANGGANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan iklim, khususnya kemarau berkepanjangan, memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kecamatan Babul Makmur di Kabupaten Aceh Tenggara yang merupakan sentra produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat strategi adaptasi petani jagung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan strategi adaptasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 98 responden yang dipilih secara proporsional random sampling dari enam desa dengan produksi jagung tertinggi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi petani secara fisik (rata-rata skor 1,86) dan sosial (1,84) berada dalam kategori lemah, sedangkan strategi ekonomi (2,73) tergolong sedang. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa tiga faktor yang berhubungan signifikan dengan strategi adaptasi adalah tingkat pendidikan (ρ = 0,256; p = 0,011), keterampilan (ρ = 0,201; p = 0,047), dan akses pasar (ρ = 0,233; p = 0,021). Sementara itu, pengalaman bertani, pendapatan, kepemilikan lahan, dan kondisi infrastruktur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa rendahnya tingkat adaptasi disebabkan oleh terbatasnya kapasitas sumber daya manusia dan akses ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan penyuluhan, pelatihan adaptasi berbasis iklim, dan penguatan infrastruktur pasar untuk mendukung ketahanan petani menghadapi perubahan iklim.&#13;
&#13;
Kata kunci: Perubahan iklim, strategi adaptasi, petani jagung, Kecamatan Babul Makmur, ketahanan pertanian.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160169</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 13:22:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 12:04:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>