<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160139">
 <titleInfo>
  <title>MOTIF PENGGUNAAN FILTER INSTAGRAM PADA MAHASISWI (STUDI FENOMENOLOGI PADA SELEBGRAM MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURANGGITA SISWANDI PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini melihat fenomena yang terjadi di media sosial, di mana banyak orang menggunakan filter pada saat mengunggah foto dan video. Filter dipakai bukan hanya untuk mempercantik tampilan, tetapi juga untuk menyembunyikan kekurangan, mengikuti tren atau membuat diri terlihat lebih menarik. Hal ini menunjukkan bahwa filter menjadi alat penting dalam menampilkan diri di media sosial, terutama bagi pengguna yang ingin membentuk citra tertentu di depan publik.  .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif sebab dan motif tujuan penggunaan filter Instagram pada mahasiswi selebgram Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam pada informan  yang merupakan selebgram mahasiswi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi motif tindakan berdasarkan teori Fenomenologi Alfred Schtuz, yaitu Because Motives dan In Order To Motives. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif sebab informan dalam menggunakan filter Instagram meliputi, FOMO (fear of missing out), adaptasi, kepercayaan diri, tuntutan professional, dan kemudahan. Sementara itu, motif tujuan meliputi membentuk identitas dan citra diri, membangun identitas digital, ekspresi diri, dan mendapatkan atensi sosial. Penggunaan filter sebagai bentuk penyesuaian terhadap standar yang ada di media sosial, dan juga menjadi strategi untuk menjaga eksistensi dan membentuk identitas digital yang konsisten.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tindakan penggunaan filter Instagram oleh selebgram merupakan hasil dari proses sosial yang memiliki makna mendalam bagi para informan. Tindakan penggunaan filter Instagram tidak muncul begitu saja. Tetapi juga berdasarkan pada pengalaman masa lalu dan juga pada tujuan tertentu yang ingin dicapai dengan menggunakan filter Instagram.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160139</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 12:32:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 08:52:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>