Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH, SABANG, LHOKSEUMAWE DAN LANGSA
Pengarang
Yuniar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
06092000159
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 2012
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi dan efektifitas pajak daerah serta mengkaji gap realisasi PAD terhadap pengeluaran pemerintah di Kota Banda Aceh Kota Banda Aceh Sabang, Lhokseumawe dan Kota Langsa selama tahun 2002-2008. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan APBK masing-masing kota clan sumber-sumber lainnya, seperti DPKAD kota terkait. Data dianalisis secara deskriptif kuantatif dengan menggunakan rasio dan persentase.
Penelitian menemukan bahwa kontribusi pajak daerah terhadap PAD paling besar di Kota Lhokseumawe, kemudian diikuti oleh Kota Banda Aceh di urutan kedua dan Kota Langsa di urutan ketiga serta Sabang di urutan keempat. Di antara empat kota tersebut, efektifitas penerimaan pajak paling besar adalah Kota Banda Aceh. Kemudian diikuti oleh Kota Sabang di urutan kedua. Selanjutnya Kota Langsa dan Kota Lhokseumawe berada pada urutan ketiga dan keempat. Rasio efisiensi pemungutan pajak daerah di empat kota tersebut dibawah 5 persen. Gap realisasi PAD terhadap pengeluaran pemerintah paling besar terjadi di Kota Langsa. Kemudian diikuti oleh Kota Sabang di urutan kedua. Selanjutnya Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe berada diurutan ketiga dan keempat.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, kontribusi pajak daerah terhadap PAD masih relatif kecil kecuali untuk Kota Banda Aceh dan Lhokseumawe pajak daerah di dua kota tersebut lebih dari 50 persen total PAD. Pemungutan pajak sudah efektif karena realiasi penerimaan sudah relatif lebih besar bila dibandingkan dengan target penerimaan. Selanjutnya pemungutan pajak daerah juga sudah relatif efisien karena biaya pemungutan pajak untuk keempat kota di bawah 5 persen. Namun demikian gap realisasi penerimaan PAD terhadap pengeluaran pemerintah masing-masing kota relatif besar. Hal ini berarti bahwa ketergantungan
pemerintah kota terhadap penerimaan yang bersumber dari pemerintahan yang lebih (baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat) masih sangat tinggi. Karena itu, sebaiknya pemerintah Kota Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe dan Langsa dipandang perlu untuk menggali potensi PAD di masing-masing kota tersebut.
Kata Kunci : Efisensi dan Efektifitas Pajak Daerah, Kontribusi Pajak Daerah Terhadap
PAD, dan Gap realisasi PAD terhadap Pengeluaran Pemerintah Daerah.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH, SABANG, LHOKSEUMAWE DAN LANGSA (Yuniar, 2025)
ANALISIS KEMAMPUAN PENDAPATAN ASLI DAERAH SERTA DANA ALOKASI UMUM DALAM MEMBIAYAI PENGELUARAN DAERAH DI KOTA SABANG (Adnen Syahputra, 2025)
ANALISIS PERBANDINGAN POSISI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE DAN KOTA LANGSA (Lia Rosani, 2025)
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DI KABUPATEN ACEH TIMUR, KOTA LANGSA DAN KABUPATEN ACEH TAMIAN G (Zakiah, 2025)
ANALISIS BELANJA DAERAH UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA ACEH (MUHAMMAD HAFIZ FAHRIMAL, 2024)