<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160069">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH GENOTIPE DAN PRIMING TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) KADALUARSA HASIL HIBRIDISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASYIMA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benih cabai (Capsicum annuum L.) yang telah disimpan dalam jangka waktu lama cenderung mengalami penurunan viabilitas dan vigor akibat proses penuaan fisiologis. Kondisi ini mengakibatkan benih sulit untuk berkecambah secara optimal dan berdampak negatif terhadap keberhasilan budidaya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui teknik invigorasi benih dengan metode priming, yaitu perendaman benih dalam larutan osmotik seperti polyethylene glycol (PEG), Potassium nitrate (KNO3) dan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami seperti air kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh genotipe dan perlakuan priming terhadap viabilitas dan vigor benih cabai hasil hibridisasi yang telah mengalami masa simpan selama lima tahun (kadaluarsa). Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 6x3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah genotipe benih (Seloka 4-10, C5-2, C5-Bulk, F10 120005-141-16-35-1-4-3-B, F9 120005-7-1-7-8-1-2-B dan F5 120005-3-B) dan faktor kedua adalah jenis larutan priming (air kelapa muda, KNO3, dan PEG 6000). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter. Jenis priming berpengaruh sangat nyata terhadap indeks vigor dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh relatif, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya. Interaksi antara genotipe dan priming berpengaruh sangat nyata terhadap indeks vigor dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh. Genotipe terbaik didapat pada seloka 4-10 berdasarkan peubah indeks vigor. Jenis priming terbaik yaitu air kelapa muda dan KNO3 berdasarkan peubah indeks vigor dan kecepatan tumbuh relatif.  Kombinasi perlakuan terbaik yaitu genotipe Seloka 4-10 dengan jenis priming air kelapa muda dan genotipe F9 120005-7-1-7-8-1-2-B dengan jenis priming KNO3. Penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi benih cabai kadaluarsa dapat dilakukan secara efektif melalui pemilihan genotipe unggul dan penggunaan larutan priming yang tepat. &#13;
&#13;
Kata kunci: Genotipe, Priming, Viabilitas, Vigor</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160069</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 11:06:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 10:28:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>