<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160023">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI ANTARA MOTIF AFILIASI DENGAN INFERIORITY FEELING PADA REMAJA PANTI ASUHAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROSSA AYUNANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap individu sejatinya terlahir dalam keadaan lemah tak berdaya, hal ini yang menjadikan seseorang memiliki rasa rendah diri (inferiority feeling) dalam kehidupanya. Rasa rendah diri merupakan hal yang wajar dialami oleh individu saat memasuki berbagai fase perkembangan hidupnya, tetapi saat mengalami fase remaja rasa rendah diri ini cenderung tidak dapat dikontrol dengan baik. Pada fase remaja individu cenderung menghabiskan waktu bersama teman-teman, hal ini sejalan dengan salah satu kebutuhan manusia yaitu kebutuhan berafiliasi (affiliate need) yang menjadikan manusia cenderung menjalin hubungan dengan sesamanya. Remaja yang tumbuh dilingkungan yang kurang memadai seperti panti asuhan, dapat menyebabkan meningkatnya perasaan rendah diri dan akan berdampak pada kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran motif afiliasi, gambaran inferiority feeling, dan apakah terdapat hubungan antar kedua variabel tersebut khususnya pada remaja di panti asuhan kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini remaja yang berada di panti asuhan di Kota Banda Aceh dengan rentang usia 12-21 tahun. Jumlah sampel penelitian adalah&#13;
68 remaja, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motif afiliasi dan inferiority feeling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif korelasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 1) gambaran motif afiliasi pada remaja panti asuhan di Kota Banda Aceh sebagian besar berada pada kategori tinggi dengan persentase 65% 2) gambaran inferiority feeling pada remaja panti asuhan di Kota Banda Aceh Sebagian besar berada pada kategori sedang dengan persentase 44% 3) analisis korelasi menunjukan nilai Sig 0,001</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160023</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 10:02:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 10:31:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>