NILAI-NILAI ISLAMI DALAM NOVEL MELALUI JALAN RAYA DUNIA KARYA ALI HASJMY (KAJIAN HERMENEUTIKA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

NILAI-NILAI ISLAMI DALAM NOVEL MELALUI JALAN RAYA DUNIA KARYA ALI HASJMY (KAJIAN HERMENEUTIKA)


Pengarang

Abdul Gani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0309200080029

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101

Penerbit

Banda Aceh : program studi magister pendidikan bahasa dan sastra indonesia., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

808.83

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata-kata kunci : Novel, nilai-nilai islami, nilai ketauhidan, nilai ubudiyah, dan
nilai muamalah.

Novel MJRD karya Ali Hasjmy merupakan salah satu novel yang bernafaskan keagamaan dengan semangat juang keislaman. Pengkajian nilai-nilai islami dalam novel MJRD karya Ali Hasjmy memberikan gambaran secara umum tentang perkembangan nilai islami yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian tentang nilai-nilai islami dalam novel MJRD dilakukan dengan menetapkan rumusan masalah nilai islami apa sajakah yang terdapat dalam novel MJRD karya Ali Hasjmy dan bagaimanakah penggambarannya dalam teks novel tersebut?. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakan paradigma penelitian kualitatif hermeneutis. Data penelitian ini berupa data verbal yang bersumber dari sejumlah judul dalam novel MJRD. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi karena sumber data penelitian ini berupa dokumen. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan format identifikasi data. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan pengamatan berulang­ ulang dan pemeriksaan teman sejawat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik lingkaran hermeneutika (hermeneutic circle)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai islami dalam novel MJRD karya Ali Hasjmy, rneliputi, (1) nilai-nilai ketauhidan, (2) nilai-nilai ubudiyah, dan (3) nilai-nilai rnuamalah. Ketiga nilai tersebut secara rinci sebagai berikut: (1) Nilai ketauhidan mencakup, (a) nilai akidah, (b) nilai istikarnah, dan (c) nilai tawakal. (2) Nilai ubudiyah rnencakup, (a) nilai arnanah, (b) nilai syukur, dan (c) nilai sabar. Sedangkan (3) nilai rnuamalah mencakup, (a) hubungan manusia dengan sesarnanya, dan (b) hubungan rnanusia dengan alarn sekitar. Berdasarkan ternuan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertarna, novel MJRD karya Ali Hasjmy rnernuat bermacam-macarn nilai islami. Nilai-nilai islami yang dimaksud, yaitu nilai ketauhidan, nilai ubudiyah, dan nilai muamalah. Nilai ketauhidan mencakup, nilai akidah, nilai istikamah dan nilai tawakal. Nilai ubudiyah rnencakup, nilai arnanah, nilai syukur, dan nilai sabar. Sedangkan nilai muarnalah mencakup, nilai hubungan manusia dengan sesamanya dan nilai hubungan manusia dengan alam sekitar. Kedua, nilai-nilai islami dalarn novel MJRD karya Ali Hasjmy umurnnya digarnbarkan melalui dialog antartokoh dan penjelasan pencerita (narrator). Penggarnbaran tersebut diungkapkan hampir di setiap bagian-bagian cerita. Hal ini, sengaja dilakuk:an pengarang agar terna yang ingin diperjuangkannya benar-benar dapat menyentuh para pembacanya. Ketiga, peran pencerita (narrator) dalarn upaya menanarnkan nilai-nilai islarni kepada para pembaca sangat menonjol. Hal tersebut sengaja direka pengarang agar pesan
moral atau amanat yang ingin dititipkannya lebih mudah ditemukan dalam karyanya oleh pembaca dari berbagai tingkatan. Sesuai dengan temuan penelitian ini dalam bidang akademis disarankan agar bermacam-macam nilai islami seperti nilai ketauhidan, nilai ubudiyah, dan nilai muamalah perlu terus diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Hal ini akan sangat membantu dalam upaya menuntun para siswa khususnya dan umat Islam umumnya dalam menempuh hidup di dunia sampai ke akhirat. Penanaman nilai-nilai agama dan berbagai nilai moral lainnya diprediksikan akan lebih tersentuh melalui wacana­ wacana yang menarik dan menyenangkan. Kedua, para guru di sekolah, dan khususnya guru-guru bahasa hendaknya mengintegrasikan butir-butir nilai Islami ke dalam topik-topik pembelajaran. Upaya seperti itu dilakukan karena tugas memperbaiki akhlak umat tidak saja dibebankan kepada guru-guru agama, tapi semua guru berkewajiban memperbaikinya. Ketiga, penelitian tentang nilai-nilai Islami dalam novel-novel lainnya perlu diteruskan, sebab penelitian yang serupa selain bermanfaat bagi peneliti juga menjadi khasanah untuk para guru bahasa, dan para siswa dalam meningkatkan pembelajaran apresiasi sastra di sekolah. Selain itu, penerapan nilai-nilai keagamaan hendaknya dapat diupayakan melalui berbagai bidang yang memungkinkan. Hal tersebut sangat bergantung kepada kemauan dan kemampuan masing-masing pelaksana bidang-bidang tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK