MELAJANG PADA PETANI PEREMPUANRN(ANALISIS TERHADAP BEBAN SOSIAL DAN BEBAN EKONOMI DI GAMPONG RNBUGENG KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MELAJANG PADA PETANI PEREMPUANRN(ANALISIS TERHADAP BEBAN SOSIAL DAN BEBAN EKONOMI DI GAMPONG RNBUGENG KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN)


Pengarang

VENNY ARWITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010101010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Melajang pada usia di atas 36 tahun sering menjadi beban sosial dan beban
ekonomi bagi individu yang bersangkutan. Status melajang dapat memicu
pendapat yang negatif dari masyarakat, seperti dikatakan sebagai perempuan yang
tidak laku, kurang menarik, sampai pada istilah perawan tua. Dengan status
melajang para petani perempuan juga harus menanggung semua kebutuhan
ekonomi seorang diri dan juga menjadi tulang punggung dalam keluarga. Dalam
penelitian ini fokus peneliti hanya pada petani perempuan lajang yang ada di
Gampong Bugeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana beban
sosial dan bagaimana beban ekonomi yang dihadapi oleh petani perempuan lajang
yang berada di Gampong Bugeng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen.
Penelitian ini menggunakan teori gender dari Heddy Shri Ahimsha Putra yang
menjelaskan bahwa gender sebagai sebuah perspektif untuk memandang suatu
kenyataan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif
kualitatif menggunakan wawancara sebagai teknik pengumpulan data dengan
jumlah informan 8 orang. Secara umum hasil analisis penelitian menjelaskan
bahwa, beban sosial yang dirasakan oleh para petani perempuan lajang adalah
adanya stereotip masyarakat yang menyebabkan rasa malu, tidak adanya
kebebasan dan tekanan dari keluarga yang menyuruh untuk segera menikah.
Sedangkan beban ekonomi yang mereka rasakan karena rendahnya tingkat
pendidikan, mengakibatkan kurangnya peluang kerja karena ketiadaan skill yang
dimiliki, ditambah lagi dengan tidak adanya lahan pribadi dan harus menanggung
semua kebutuhan anggota keluarga yang mengharuskan petani perempuan
menjadi tulang punggung dalam keluarga.
Kata Kunci: petani perempuan lajang, beban sosial dan beban ekonomi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK