EKSISTENSI KERAJINAN ROTAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI DESA KEUDE BIENG KABUPATEN ACEH BESAR ANTARA TRADISI DAN INOVASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EKSISTENSI KERAJINAN ROTAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI DESA KEUDE BIENG KABUPATEN ACEH BESAR ANTARA TRADISI DAN INOVASI


Pengarang

Devi Yuliansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing


Nomor Pokok Mahasiswa

1806102030032

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Sendratasik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kerajinan rotan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Desa Keude
Bieng. Aktivitas ini tidak sekadar menghasilkan benda pakai, melainkan juga
memuat nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang saling berkaitan. Tradisi
menganyam telah diwariskan lintas generasi sebagai bentuk pelestarian identitas
lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji eksistensi kerajinan rotan dalam konteks
kehidupan sosial masyarakat setempat. Pendekatan yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Informan terdiri dari pengrajin, tokoh
adat, pemilik usaha, dan aparatur desa. Data dianalisis untuk mengungkap sejauh
mana kerajinan ini tetap dipertahankan di tengah arus perubahan zaman. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kerajinan rotan masih hidup dan menjadi sumber
penghidupan utama masyarakat. Proses produksi yang dilakukan secara gotong
royong membentuk ikatan sosial yang kuat. Produk rotan juga digunakan dalam
berbagai acara adat, sehingga memperkuat fungsi simbolik kerajinan tersebut.
Inovasi bentuk, warna, teknik, dan fungsi menjadi kunci keberlangsungan di tengah
persaingan pasar modern. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan keterampilan
ini turut diperkuat dengan dukungan lembaga pemerintah dan keterlibatan generasi
muda. Eksistensi kerajinan rotan tidak hanya menunjukkan keberlangsungan
tradisi, tetapi juga respons kreatif terhadap tantangan sosial dan ekonomi.

Kata Kunci: Kerajinan Rotan, Tradisi, Inovasi, Kehidupan Sosial, Eksistensi.

Rattan craftsmanship holds a significant position in the social life of Keude Bieng Village. This activity is not merely about producing usable items but also encompasses interrelated cultural, social, and economic values. The tradition of weaving has been passed down across generations as a form of preserving local identity. This study aims to examine the existence of rattan craftsmanship within the social context of the local community. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, documentation, and triangulation. Informants included craftsmen, traditional leaders, business owners, and village officials. Data was analyzed to reveal the extent to which this craft has been preserved amid the tide of change. The results show that rattan craftsmanship remains vibrant and serves as the primary livelihood for the community. The production process, carried out through mutual cooperation, forms strong social bonds. Rattan products are also used in various traditional ceremonies, thereby reinforcing the symbolic function of this craft. Innovations in form, color, technique, and function are key to its sustainability amid modern market competition. Community awareness of the importance of preserving these skills is further strengthened by government support and the involvement of younger generations. The existence of rattan craftsmanship not only demonstrates the continuity of tradition but also a creative response to social and economic challenges. Keywords: Rattan Craftsmanship, Tradition, Innovation, Social Life, Existence.

Citation



    SERVICES DESK