PERKEMBANGAN TRADISI BERSEBUKU DALAM PERKAWINANRNMASYARAKAT GAYO DI DESA DARUL AMAN KECAMATAN PERMATARNKABUPATEN BENER MERIAH, 1979-2014 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERKEMBANGAN TRADISI BERSEBUKU DALAM PERKAWINANRNMASYARAKAT GAYO DI DESA DARUL AMAN KECAMATAN PERMATARNKABUPATEN BENER MERIAH, 1979-2014


Pengarang

WAHUSNA ARUNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101020034

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci: Perkembangan, Perkawinan, Bersebuku
Skripsi ini membahas tentang “Perkembangan Tradisi Bersebuku Dalam Perkawinan
Masyarakat Gayo di Desa Darul Aman Kecamatan Permata Kabupaten Bener
Meriah, 1979-2014”. Mengangkat permasalahan bagaimana perkembangan tradisi
bersebuku dalam perkawinan masyarakat Gayo di Desa Darul Aman Kecamatan
Pemata Kabupaten Bener Meriah, 1979-2014. Tujuan penelitian ini menjelaskan
tentang perkembangan tradisi bersebuku dalam perkawinan masyarakat Gayo di desa
Darul Aman kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah, 1979-2014. Dalam
penulisan skripsi ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis
penelitian ialah metode sejarah kritis, yang terdiri dari empat langkah kerja yaitu
heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, yaitu mengamati aktivitas yang berlangsung saat upacara
perkawinan, mewawancarai orang-orang kunci dan dokumentasi. Berdasarkan hasil
penelitian dapat diketahui bahwa: Perkembangan Tradisi Bersebuku Dalam
Perkawinan Masyarakat Gayo di Desa Darul Aman Kecamatan Permata Kabupaten
Bener Meriah, 1979-2014 di pengaruhi oleh: (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1974 Tentang Perkawinan yang melahirkan satu bentuk perkawinan baru yaitu
perkawinan kuso-kini (bebas) yang tidak mengharuskan istri bertempat tinggal di
lingkungan kerabat suami, begitu pula sebaliknya.(2) Pengaruh unsur budaya asing
yaitu modernisasi yang telah masuk kedalam semua sektor kehidupan manusia. Hal
ini mengakibatkan lunturnya kepercayaan terhadap adat yang pada akhirnya akan
terjadi perkawinan yang kurang sesuai dengan hukum adat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK