<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159915">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOMPOKAN PROVINSI DI RNINDONESIA BERDASARKAN JENIS KASUS KEKERASAN ANAK MENGGUNAKAN METODE AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YULI MAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekerasan terhadap anak merupakan isu serius yang terus mengalami peningkatan di Indonesia dan memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan jenis kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2021, 2022, dan 2023 menggunakan metode Agglomerative Hierarchical Clustering. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus kekerasan berdasarkan jenis kekerasan, jenis kelamin korban, usia korban, lokasi kejadian, serta dua indikator kesejahteraan anak, yaitu Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA) dan Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA). Empat metode pengelompokan yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah Single Linkage, Complete Linkage, Average linkage, dan Ward’s Method. Evaluasi metode terbaik dilakukan menggunakan nilai Cophenetic Correlation Coefficient (CCC), sedangkan jumlah cluster optimal ditentukan menggunakan tiga ukuran Internal measures, yaitu Connectivity Index, Dunn Index, dan Silhouette Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Average linkage merupakan metode terbaik untuk ketiga tahun berdasarkan nilai CCC tertinggi secara konsisten. Jumlah cluster optimal yang terbentuk untuk masing-masing tahun adalah tiga cluster, dengan karakteristik berbeda pada tiap kelompok. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam menyusun program intervensi yang tepat sasaran dan mendukung percepatan pencapaian Kota Layak Anak (KLA) di seluruh provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kekerasan terhadap anak, Agglomerative Hierarchical Clustering, Average linkage, Cophenetic Correlation Coefficient, Internal measures.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159915</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 23:01:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 15:25:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>