Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RESILIENSI MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN BANJIR (STUDI KASUS MASYARAKAT GAMPONG KUTA LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA)
Pengarang
CUT SALSABILA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110101010052
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Gampong Kuta Lhoksukon merupakan salah satu daerah yang rawan dilanda bencana banjir sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian yang di alami oleh masyarakat setempat. Meskipun hidup di wilayah rawan bencana, masyarakat Gampong Kuta Lhoksukon menunjukkan resiliensi kuat melalui tindakan-tindakan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi masyarakat Gampong Kuta Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara di daerah rawan banjir. Kajian ini menggunakan teori Solidaritas Sosial oleh Emile Durkheim. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa masyarakat Gampong Kuta Lhoksukon resilien dan tangguh terhadap bencana banjir yang kerap terjadi di kawasan mereka. Resiliensi yang dimiliki oleh masyarakat Gampong Kuta Lhoksukon merupakan hasil dari pengalaman dan solidaritas yang terbangun melalui kesamaan dan rasa keterikatan emosional yang kuat antarindividu dalam masyarakat tradisional, yang termasuk dalam tipe solidaritas mekanik. Resiliensi masyarakat ditunjukkan dengan kemampuan bertahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka, seperti penyesuaian kondisi terhadap tempat tinggal, membangun solidaritas antarmasyarakat, memiliki kesadaran untuk menyimpan tabungan darurat, dan membentuk sikap mental yang kuat dalam menghadapi bencana banjir. Dari bentuk resiliensi dan solidaritas yang ditemukan dalam penelitian ini memperkuar relevansi teori solidaritas mekanik Emile Durkheim, dimana di mana keseragaman latar belakang, keyakinan, perasaan, dan tanggung jawab moral menjadi dasar yang kokoh bagi ketangguhan bersama masyarakat dalam menghadapi bencana.
Kata Kunci: Resiliensi Masyarakat, Solidaritas, Banjir, Daerah Rawan Banjir
ABSTRACT Gampong Kuta Lhoksukon is one of the areas that is prone to flooding disasters that cause damage and losses experienced by the local community. Despite living in a disaster-prone area, the people of Gampong Kuta Lhoksukon show strong resilience through adaptive measures. This study aims to determine the resilience of the people of Gampong Kuta Lhoksukon, Lhoksukon District, North Aceh Regency in flood-prone areas. This study uses the theory of Social Solidarity by Emile Durkheim. The study uses a qualitative research method with a case study approach. Data collection is carried out in three ways, namely observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that the people of Gampong Kuta Lhoksukon are resilient and resilient to flood disasters that often occur in their area. The resilience possessed by the people of Gampong Kuta Lhoksukon is the result of experience and solidarity that is built through similarity and a strong sense of emotional attachment between individuals in traditional society, which is included in the type of mechanical solidarity. Community resilience is shown by the ability to survive and adapt to their environment, such as adjusting conditions to housing, building solidarity between communities, having awareness to save emergency savings, and forming a strong mental attitude in dealing with flood disasters. The forms of resilience and solidarity found in this study strengthen the relevance of Emile Durkheim's theory of mechanical solidarity, where uniformity of background, beliefs, feelings, and moral responsibility becomes a solid basis for the common resilience of the community in the face of disasters. Keywords: Community Resilience, Solidarity, Floods, Flood-prone Areas
PENGGUNAAN METODE WEIGHTED OVERLAY UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA (Roby Arnando, 2020)
EVALUASI LAJU INFILTRASI PADA DAERAH RAWAN BANJIR DI KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA (Yogi Ramadhan Ritonga, 2022)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN RAWAN BANJIR BERBASIS WEB DI KABUPATEN ACEH UTARA (Nazira Rezky Afifah, 2022)
KAJIAN MITIGASI BENCANA BANJIR KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA (ALFIANA SARI IQLIMA, 2024)
GAMBARAN RESILIENSI MASYARKAT PASCA BENCANA BANJIR DI GAMPONG BUGA KECAMATAN SEULIMUEM ACEH BESAR (Raudhatun Nufus, 2017)