HUBUNGAN INDEKS VOLUME ATRIUM KIRI DAN GEOMETRI VENTRIKEL KIRI TERHADAP ANGKA KEJADIAN FIBRILASI ATRIUM PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI KARDIOVASKULAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN INDEKS VOLUME ATRIUM KIRI DAN GEOMETRI VENTRIKEL KIRI TERHADAP ANGKA KEJADIAN FIBRILASI ATRIUM PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI KARDIOVASKULAR


Pengarang

Chairatu Sadrina Djeni - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Heriansyah - 197212261999031001 - Dosen Pembimbing I
Mudatsir - 196703251992031002 - Dosen Pembimbing II
19740412 200212 2 002 - - - Penguji
Haris Munirwan - 198807172014041001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2007601090004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah / PDDIKTI : 11715

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hipertensi merupakan faktor risiko utama fibrilasi atrium (FA), yang merupakan gangguan irama jantung yang paling umum dan berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Gagal jantung dan penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi umum yang mengikuti hipertensi dan dapat meningkatkan kejadian FA. Ekokardiografi adalah modalitas sederhana dan tidak mahal yang dapat dilakukan di mana saja karena tersedia di semua rumah sakit di Indonesia, sehingga berguna untuk diagnosis dini faktor risiko FA. Masih belum banyak penelitian mengenai bagaimana indeks massa tubuh dan perbedaan ras dapat mempengaruhi pengaruh indeks volume atrium kiri (LAVI) dan geometri ventrikel kiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara LAVI dan geometri ventrikel kiri dengan kejadian FA pada pasien hipertensi dengan komplikasi kardiovaskular seperti gagal jantung atau penyakit arteri koroner. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan antara peningkatan LAVI dengan angka kejadian FA (nilai p = 0,000). Rata-rata LAVI pada kelompok FA adalah 49,9 ± 19,2 ml/m², dibandingkan dengan 33,34 ± 15,6 ml/m² pada kelompok non-FA. Selain itu, perubahan geometri ventrikel kiri berhubungan dengan meningkatnya angka kejadian FA (nilai p = 0,03), dengan hipertrofi eksentrik menunjukkan prevalensi FA tertinggi (29,5%). Didapatkan juga hubungan yang kuat antara peningkatan LAVI dan perubahan geometri ventrikel kiri, dengan hipertrofi eksentrik memiliki rata-rata LAVI tertinggi (43,2 ± 16,9 ml/m²). Analisis odds ratio (OR) menunjukkan bahwa pasien dengan LAVI di atas ambang batas memiliki risiko yang secara signifikan lebih tinggi untuk terjadinya FA (OR: 5,2; 95% CI). Demikian pula, pasien dengan hipertrofi eksentrik menunjukkan risiko FA yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki geometri ventrikel normal (OR: 0,56, 95% CI). Peningkatan LAVI dan perubahan geometri ventrikel kiri, khususnya hipertrofi eksentrik merupakan faktor risiko signifikan untuk terjadinya FA pada pasien hipertensi dengan komplikasi kardiovaskular seperti gagal jantung dan penyakit arteri koroner. Praktik klinis harus mengintegrasikan pemantauan ekokardiografik geometri ventrikel kiri dan LAVI untuk mencegah perkembangan FA dan mendeteksi risiko lebih awal.

Hypertension is a major risk factor for atrial fibrillation (AF), the most common cardiac arrhythmia associated with significant morbidity and mortality. Heart failure and coronary arterial disease are common complications following hypertension that can increase the incidence of atrial fibrillation. Echocardiography is a simple and inexpensive modality that can be conducted anywhere because it is available in all Indonesian hospitals, making it useful for the early diagnosis of atrial fibrillation risk factors. This study aimed to evaluate the relationships of the left atrial volume index (LAVI) and left ventricular geometry with the incidence of AF in hypertensive patients with cardiovascular complications such as heart failure or coronary arterial disease. The study revealed a significant association between increased LAVI and AF incidence (p < 0.01). The mean LAVI in the AF group was 49.9 ± 19.2 ml/m², whereas it was 33.34 ± 15.6 ml/m² in the non-AF group. Additionally, changes in left ventricular geometry were correlated with increased AF incidence (p value = 0.03), with eccentric hypertrophy showing the highest AF incidence (29.5%). A strong association was also found between increased LAVI and left ventricular geometric changes, with eccentric hypertrophy resulting in the highest mean LAVI (43.2 ± 16.9 ml/m²). The odds ratio (OR) analysis demonstrated that patients with LAVI above the threshold had a significantly greater risk of developing AF (OR: 5.2; 95% CI). Similarly, patients with eccentric hypertrophy presented a greater risk of AF than did those with normal ventricular geometry (OR: 0.56; 95% CI). Increased LAVI and left ventricular geometry changes, particularly eccentric hypertrophy, are significant risk factors for AF in hypertensive patients with cardiovascular complications such as heart failure and coronary arterial disease. Clinical practice should incorporate echocardiographic monitoring of left ventricular geometry and LAVI to prevent the progression of AF and detect risk early.

Citation



    SERVICES DESK