<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159821">
 <titleInfo>
  <title>MODEL PEMBINAAN KARAKTER RELIGI DAN PEDULI SOSIAL PADA SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nizariah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Pendidikan IPS</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan karakter merupakan elemen fundamental dalam sistem pendidikan nasional Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembinaan karakter religius dan peduli sosial pada jenjang sekolah menengah atas di Kota Banda Aceh melalui integrasi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan Model BUSI (Budaya Sekolah Islami). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat dari empat SMA Negeri di Banda Aceh, yaitu SMA Negeri 3, SMA Negeri 7, SMA Negeri 10, dan SMA Negeri 12 Banda Aceh.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan karakter peserta didik dicapai melalui integrasi berbagai teori yang relevan, antara lain teori etika Ibnu Miskawaih (Ibnu Miskawaih) teori Great Man (Thomas Carlyle), teori transformasi (Taylor), teori pembentukan karakter religius (Lickona), Teori Das Sollen (Ziegler). Model BUSI diterapkan melalui pendekatan top-down, integral, dan enkulturasi, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses internalisasi nilai-nilai religius dan kepedulian sosial.  Kolaborasi aktif antara peserta didik, pendidik, orang tua, dan masyarakat juga menjadi kunci dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penguatan karakter religius di SMA Kota Banda Aceh ditunjukkan melalui keterlibatan sekolah dan kelas dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, seperti pelaksanaan ibadah secara konsisten, toleransi antarumat beragama, serta penciptaan suasana rukun melalui program lintas agama dan kebijakan yang mendukung keberagaman. Indikator karakter peduli sosial dikembangkan melalui pembiasaan sikap sopan santun, kerja sama, kejujuran, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial, baik melalui program institusional di sekolah maupun aktivitas pembelajaran di kelas yang menekankan nilai toleransi, empati, dan cinta damai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Model BUSI efektif dalam menumbuhkan generasi yang religius, peduli sosial, dan berintegritas tinggi, serta dapat dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan kebijakan pendidikan karakter yang berkelanjutan di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159821</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 16:29:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 11:31:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>