<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159799">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS GESER FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI PERSENTASE SERAT POLYPROPYLENE MENGGUNAKAN METODE PUSH-OFF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZEAVAN RAQJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegagalan geser merupakan salah satu mode keruntuhan yang paling berbahaya dan sulit diprediksi, karena bersifat getas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas geser menjadi penting, terutama pada elemen balok existing yang rawan mengalami gagal geser. Berbagai metode perkuatan seperti penggunaan plat baja, FRP, dan carbon fiber telah dikembangkan, namun memiliki biaya tinggi. Sementara itu, perkuatan konvensional beton bertulang lebih murah tetapi menambah beban struktur. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini mengkaji penggunaan ferrofoam concrete sebagai solusi alternatif yang lebih ringan dan ekonomis, dengan penambahan serat polypropylene sebagai upaya meningkatkan performa kuat geser beton busa. Beton busa yang digunakan ditambahkan fly ash abu hasil pembakaran cangkang kelapa sawit (Palm Oil Fuel Ash/POFA) dengan persentase 15% terhadap berat semen. Variasi persentase jumlah serat polypropylene yang digunakan pada penelitian ini sebesar 0%, 0,5%, dan 0,75% terhadap volume beton busa fly ash POFA. Tujuannya mengidentifikasi pengaruh serat polypropylene dengan kadar yang berbeda terhadap kapasitas geser ferrofoam concrete yang diuji menggunakan metode push-off benda uji Z. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah. Pada kuat tekan, kadar serat lebih besar memberikan hasil yang lebih baik. Peningkatan kuat tekan beton busa  kadar 0,5% sebesar 4,01% dan kadar 0,75% sebesar 8,73%. Peningkatan kuat tarik belah pada kadar serat 0,5% sebesar 33,77%, sedangkan 0,75% sebesar 19,24%. Hasil penelitian kapasitas geser juga menunjukkan bahwa penambahan serat pada ferrofoam concrete dapat meningkatkan kapasitas geser, penambahan 0,5% serat menghasilkan peningkatan kuat geser tertinggi (17,73%), sedangkan penambahan 0,75% serat (11,91%). Selain itu, Penambahan serat polypropylene efektif menunda penyimpangan deformasi sebelum beban maksimum menjadikan ferrofoam concrete berserat memiliki daerah plastis yang lebih besar. Pasca beban maksimum, ferrofoam concrete dengan kadar serat lebih banyak menghasilkan disipasi energi yang lebih tinggi dan menunjukan respon pasca beban puncak yang lebih daktail.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159799</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 15:43:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-11 10:44:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>