KAJIAN PEMANFAATAN AMPAS TEBU DAN BIJI PEPAYA DALAM PEMBUATAN LULURRNPERAWATAN TUBUH DENGAN PENDEKATAN DESIGN OF EXPERIMENTS (DOE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PEMANFAATAN AMPAS TEBU DAN BIJI PEPAYA DALAM PEMBUATAN LULURRNPERAWATAN TUBUH DENGAN PENDEKATAN DESIGN OF EXPERIMENTS (DOE)


Pengarang

IZA YASYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sri Rahmawati - 199401092019032012 - Dosen Pembimbing I
Riski Arifin - 199505272022031011 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104106010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus mencerminkan kesehatan dan penampilan. Kondisi kulit yang kering, kusam, serta kurangnya perawatan dapat menurunkan rasa percaya diri, sehingga diperlukan perawatan rutin dengan menggunakan produk berbahan alami yang aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan ampas tebu dan biji pepaya dalam pembuatan lulur perawatan tubuh sebagai alternatif inovatif dalam industri kosmetik. Ampas tebu diketahui memiliki sifat eksfoliatif dan kandungan antioksidan, sedangkan biji pepaya mengandung enzim papain yang membantu regenerasi kulit. Metode penelitian menggunakan pendekatan Design of Experiments (DOE) untuk merancang kombinasi bahan, serta analisis ANOVA (Analysis of Variance) untuk menguji pengaruh komposisi terhadap variabel kualitas lulur, yaitu pH, daya sebar, daya lekat, serta atribut organoleptik seperti aroma, warna, tekstur, dan potensi iritasi. Proses eksperimen dilakukan dalam 18 kombinasi formulasi, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium dan uji preferensi konsumen melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas tebu dan biji pepaya memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas lulur, dengan formulasi optimal berada pada komposisi 3 gram ampas tebu dan 16 gram biji pepaya. Produk lulur yang dihasilkan tidak hanya efektif secara fungsional, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah organik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kosmetik alami yang bernilai ekonomis dan ekologis.

The skin is the outermost part of the human body, serving as a protective barrier while reflecting one’s health and appearance. Conditions such as dryness, dullness, and lack of proper care can reduce self-confidence, highlighting the need for routine skincare using safe and eco-friendly natural ingredients. This study aims to explore the utilization of sugarcane bagasse and papaya seeds in the formulation of body scrubs as an innovative alternative in the cosmetic industry. Sugarcane bagasse is known for its exfoliating properties and antioxidant content, while papaya seeds contain papain enzymes that promote skin regeneration. The research method employs the Design of Experiments (DOE) approach to design material combinations, followed by Analysis of Variance (ANOVA) to examine the effects of composition on scrub quality variables such as pH, spreadability, adhesiveness, as well as organoleptic attributes like aroma, color, texture, and potential irritation. The experiment was conducted with 18 formulation combinations, followed by laboratory testing and consumer preference surveys. Results show that both sugarcane bagasse and papaya seeds significantly influence scrub quality, with the optimal formulation consisting of 3 grams of sugarcane bagasse and 16 grams of papaya seeds. The resulting scrub product is not only functionally effective but also supports sustainability by utilizing organic waste. This study is expected to serve as a reference for developing eco-conscious natural cosmetic products with economic and environmental value.

Citation



    SERVICES DESK