<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159705">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN PENGADUK PUPUK STRUVITE BERBASIS METODE FINITE STATE MACHINE MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ESP32</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Nurul Faizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pupuk struvite yang berasal dari limbah urine sapi dan bittern menawarkan potensi sebagai solusi ramah lingkungan dengan kandungan nutrisi tinggi dari hasil penelitian yang telah di lakuakan oleh para peneliti di Laboratorium Terpadu Universitas Syiah Kuala. Namun, proses produksinya secara manual di laboratorium masih kurang efisien, memakan waktu dan tenaga besar, serta menghasilkan endapan yang terbatas, yaitu hanya 48,2 gram dan 13 gram pupuk kering per satu kali pengadukan menggunakan stirrer dan tabung ukur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan alat pengaduk otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 menggunakan metode Finite State Machine (FSM). Alat ini dilengkapi motor DC, water pump untuk memasukkan urine sapi, bittern, dan NaOH secara otomatis, serta sensor ultrasonik untuk mengukur volume cairan. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sensor mencapai 98,80% dalam pengukuran jarak dan 98,96% untuk volume 20 L. Proses otomatisasi ini menghasilkan 652 gram endapan dan 89 gram pupuk kering dalam satu kali pengadukannya. Sehingga meningkatkan fisiensi waktu hingga 12 kali lipat, dan kebutuhan tenaga kerja berkurang dari 80% menjadi hanya 10%. Uji kualitas menunjukkan bahwa hasil pupuk dari alat memiliki tingkat kesamaan kualitas hingga 76,45% dengan hasil pembuatan pupuk manual di Laboratorium Universitas Syiah Kuala, yang menunjukkan bahwa kualitasnya tetap sebanding.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengaduk, ESP32, Prototipe, Pupuk Struvite, otomatisasi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159705</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 12:55:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 14:56:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>