<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159675">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN LHOK KUALA DAYA, ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitra Maqhfirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Jaya, khususnya wilayah perairan Lhok Kuala Daya, memiliki potensi perikanan tangkap yang besar dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi, terutama jenis ikan demersal bernilai ekonomis seperti kakap dan kerapu. Namun, pemanfaatan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan seperti bubu dasar masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies dan tingkat keanekaragaman hasil tangkapan ikan menggunakan bubu dasar di perairan Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode Experimental Fishing, yaitu operasi penangkapan langsung dengan bubu dasar bersama nelayan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubu dasar mampu menangkap sebanyak 202 individu ikan yang terdiri atas 11 spesies dari 8 famili berbeda. Spesies yang paling banyak tertangkap adalah kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebesar 43%, diikuti jenaha (Lutjanus gibbus) sebesar 22%, dan kerapu bulek (Epinephelus coioides) sebesar 14%. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') sebesar 1,66 menunjukkan kategori sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,69 menunjukkan distribusi individu yang merata, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,26 menandakan tidak adanya spesies yang mendominasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur komunitas ikan di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang relatif seimbang dan stabil secara ekologi. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bubu dasar efektif dalam menangkap ikan target secara selektif, serta dapat mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lhok Kuala Daya, Bubu Dasar, Komposisi, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHING - COMMERCIAL TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISHERMEN - COMMERCIAL</topic>
 </subject>
 <classification>639.209 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159675</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 12:20:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 11:13:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>