Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGELOLAAN SANGGAR POCUT MEURAH INSEUN DI KOTA LHOKSEUMAWE DALAM MELESTARIKAN TARI TAREK PUKAT
Pengarang
Naqia Amalina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing II
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Penguji
Nurlaili - 197506102006042001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2006102030012
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP (S1)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Naqia Amalina (2025). Pengelolaan Sanggar Pocut Meurah Inseun Dikota
Lhokseumawe Dalam Melestarikan Tari Tarek pukat. Di bawah bimbingan
Tengku Hartati, S.Pd.,M.Pd, dan Ramdiana, S.Sn.,M.Sn.
Sanggar Pocut Meurah Inseun di Kota Lhokseumawe memiliki peran penting
dalam melestarikan Tari Tarek pukat melalui berbagai kegiatan rutin dan program
khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sanggar dalam
menjaga keberlanjutan tari tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara dan dokumenasi, teknik analisis data juga dilakukan
melalui tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Objek
penelitian ialah sanggar Pocut Meurah Inseun sedangkan subjek dalam penelitian
ini yaitu pelatih sanggar dengan penelitian pada sanggar Pocut Meurah Inseun
Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Sanggar
Pocut Meurah Inseun menerapkan fungsi manajemen, yaitu perencanaan,
pengorganisa sian, pelaksanaan, dan pengawasan. Dalam perencanaan, sanggar
menetapkan program latihan rutin, menjalin kerja sama dengan sekolah dan
pemerintah, serta memanfaatkan media sosial sebagai strategi promosi. Fungsi
pengorganisasian terlihat dalam pembagian tugas antara pelatih, pengurus, dan
anggota sanggar. Pelaksanaan program melibatkan latihan berkala, pementasan
budaya, dan dokumentasi tari untuk menjaga keaslian gerak dan makna. Fungsi
pengawasan dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap efektivitas pelatihan dan
strategi promosi. Dengan menerapkan unsur manajemen seperti manusia, dana,
metode, dan sarana, Sanggar Pocut Meurah Inseun mampu mempertahankan
eksistensi Tari Tarek pukat sebagai bagian dari warisan budaya Aceh.
Kata Kunci: Pengelolaan Sanggar, Tari Tarek pukat, Fungsi Manajemen,
Pelestarian Budaya
ABSTRACT Naqia Amalina (2025). Management of the Pocut Meurah Inseun Studio in Lhokseumawe City in Preserving the Tarek pukat Dance. Under the guidance of Tengku Hartati, S.Pd., M.Pd, and Ramdiana, S.Sn., M.Sn. Pocut Meurah Inseun Studio in Lhokseumawe City has an important role in preserving Tarek pukat Dance through various routine activities and special programs. This study aims to analyze the management of the studio in maintaining the sustainability of traditional dance with a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation, data analysis techniques are also carried out through the stages of data reduction, data display and drawing conclusions, while the subjects in this study are studio trainers with research on the Pocut Meurah Inseun Studio in Lhokseumawe City. The results of the study indicate that the management of the Pocut Meurah Inseun Studio applies management functions, namely planning, organizing, implementing, and supervising. In planning, the studio establishes routine training programs, collaborates with schools and the government, and utilizes social media as a promotional strategy. The organizing function is seen in the division of tasks between trainers, administrators, and studio members. Program implementation involves regular training, cultural performances, and dance documentation to maintain the authenticity of movement and meaning. The supervisory function is carried out through periodic evaluation of the effectiveness of training and promotional strategies. By implementing management elements such as human resources, funds, methods, and facilities, the Pocut Meurah Inseun Studio is able to maintain the existence of the Tarek pukat Dance as part of Aceh's cultural heritage.. Keywords: Sanggar Management, Tari Tarek pukat, Management Functions, Cultural Preservation
MAKNA FILOSOFI GERAK TARI TAREK PUKAT DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH (CUT NASHIRIYA, 2026)
PERANAN SANGGAR PUTROE JEUMPA KEUBIRU DALAM MELESTARIKAN TARI PHO DI DESA BLANG KUALA KECAMATAN MEUKEK ACEH SELATAN (Mizanul Fhata, 2018)
PENERAPAN MEDIA AUGMENTED REALITY (AR) BERBANTUAN ASSEMBLR EDU TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI APRESIASI TARI TEMA LINGKUNGAN (TARI TAREK PUKAT) KELAS IV SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR (DWI ANANDA PUTRI, 2025)
TARI KREASI PANYOET RATOEH MEUTALO DI SANGGAR BILAPASIE KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR (Cut Hidayani, 2017)
KEBERADAAN TARI RESAM BERUME DI SANGGAR 1001 KABUPATEN ACEH TENGAH (Latifah Elviana, 2021)