<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159643">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKTOR LUARAN KLINIS BERDASARKAN RNGLASGOW COMA SCALE, VOLUME PERDARAHAN, JUMLAH LEUKOSIT, NATRIUM, DAN KALIUM PADA PASIEN PERDARAHAN INTRASEREBRAL TRAUMATIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ainul Riza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Perdarahan intraserebral traumatik merupakan bentuk cedera kepala berat dengan risiko tinggi terhadap kematian dan kecacatan. Variasi luaran klinis memerlukan identifikasi prediktor dini untuk menunjang pengambilan keputusan medis secara cepat dan tepat. Tujuan: Menilai peran Glasgow Coma Scale (GCS), volume perdarahan, leukosit, natrium, dan kalium sebagai prediktor luaran klinis, serta menyusun sistem skoring prediktif. Metode: Studi kohort retrospektif dilakukan pada 80 pasien perdarahan intraserebral traumatik. Data diambil dari rekam medis dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Luaran diklasifikasikan menggunakan Glasgow Outcome Discharge Scale (GODS) menjadi luaran baik (skor 5–8) dan buruk (skor 1–4). Sistem skoring disusun berdasarkan kontribusi masing-masing variabel. Hasil: GCS ≤ 8 (OR = 10,102) dan volume perdarahan ≥ 20,5 mL (OR = 0,129) merupakan prediktor signifikan. Leukositosis (OR = 0,418), hiponatremia (OR = 3,549), dan hipokalemia (OR = 3,267) tetap menunjukkan nilai prediktif secara klinis meskipun tidak signifikan secara statistik. Skor total berkisar 0–7, dengan risiko kematian meningkat dari 3,4% hingga 98,7%. Kesimpulan: GCS, volume perdarahan, leukosit, natrium, dan kalium merupakan prediktor potensial luaran klinis. Sistem skoring yang dikembangkan bersifat sederhana, praktis, dan dapat digunakan untuk stratifikasi risiko awal di layanan gawat darurat.&#13;
&#13;
Kata Kunci	: Perdarahan intraserebral traumatik, Glasgow Coma Scale, Volume perdarahan, Leukosit, Elektrolit, Luaran Klinis, Sistem skoring.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:54:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 12:20:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>