<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159633">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKTOR KESEHATAN MENTAL PADA KETURUNAN PENYINTAS KONFLIK ACEH MELALUI MODEL HISTORICAL INTERGENERATIONAL TRAUMA TRANSMISSION (HITT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYIFA AFRAN FATHIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh memiliki sejarah konflik bersenjata selama hampir tiga dekade yang menyebabkan kasus pelanggaran HAM berat dengan mayoritas korban berasal dari masyarakat sipil. Pasca perdamaian, korban masih mengalami dampak psikologis akibat konflik, bahkan dampak tersebut dapat ditransmisikan kepada keturunan mereka melalui dinamika keluarga. Salah satu pendekatan konseptual yang menjelaskan mekanisme transmisi trauma adalah model HITT yang mencakup lima variabel prediktor yaitu kerentanan keluarga, resiliensi keluarga, kerentanan keturunan, resiliensi keturunan, dan cedera moral historis. Kelima variabel tersebut memiliki dampak terhadap kondisi kesehatan mental keturunan sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui variabel dalam model HITT apakah secara signifikan memprediksi kesehatan mental keturunan penyintas konflik Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan jumlah sampel sebanyak 120 generasi kedua penyintas yang terdampak langsung konflik Aceh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner melalui instrumen HITT-Q dan WHO-5. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi berganda standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel dari model HITT berkontribusi memprediksi secara signifikan (p = 0,023), meskipun sebesar 10,6% dalam memprediksi variabel kesehatan mental. Adapun di antara kelima variabel model HITT, hanya variabel resiliensi keturunan (b = 0,289) yang berkontribusi secara kuat dan signifikan dalam memprediksi kesehatan mental keturunan penyintas.&#13;
Kata kunci: generasi kedua, kesehatan mental, konflik Aceh, model HITT, transmisi trauma, trauma antargenerasi, trauma historis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159633</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:45:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:47:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>