<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159611">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BINDER GEOPOLIMER BERDASARKAN VARIABEL PERBANDINGAN BERAT ABU SEKAM PADI TERHADAP TANAH DIATOMAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRIA AINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan material konstruksi ramah lingkungan dengan performa tinggi menjadi fokus utama, mendorong eksplorasi alternatif pengganti semen Portland. Geopolimer, sebagai material pengikat berbasis reaksi alkali senyawa aluminosilikat, menunjukkan potensi menjanjikan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengaruh variasi perbandingan berat abu sekam padi (ASP) terhadap tanah diatomae sebagai prekursor binder geopolimer, khususnya pada karakteristik kuat tekan dan kuat lenturnya. Tiga variasi perbandingan berat ASP:diatomae diterapkan dalam studi ini, yaitu 1:1, 1:1,5, dan 1,5:1 yang masing-masing diberi kode campuran G-4, G-5, dan G-6 secara berurutan. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji kubus berukuran 50×50×50 mm pada umur 3, 7, dan 28 hari, sedangkan benda uji kuat lentur yang berbentuk balok berukuran 40×40×160 mm diuji pada usia 28 hari. Alkali aktivator yang digunakan adalah campuran Natrium Silikat (Na₂SiO₃)  dan Natrium Hidroksida (NaOH) 12M dengan rasio 1:1, dan rasio alkali aktivator terhadap prekursor sebesar 0,6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi perbandingan berat ASP terhadap tanah diatomae memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekuatan tekan dan kekuatan lentur geopolimer. Campuran G-4 (ASP:diatomae = 1:1,5) menunjukkan kekuatan tekan tertinggi sebesar 6,58 MPa pada usia 28 hari, yang mengindikasikan peningkatan kekuatan seiring dengan berjalannya waktu. Sementara itu, campuran G-6 (ASP:diatomae = 1,5:1) mencapai kekuatan lentur tertinggi sebesar 2,76 MPa, yang menunjukkan bahwa penambahan ASP meningkatkan kandungan SiO₂ pada campuran yang berperan penting dalam membentuk struktur gel silikat sebagai komponen penahan beban lentur. Di sisi lain, kandungan Al₂O₃ yang lebih dominan pada tanah diatomae membantu mempercepat proses pengikatan awal dan memperbaiki kestabilan dimensi material yang berpengaruh pada peningkatan nilai kekuatan tekan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:23:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:27:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>