<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159607">
 <titleInfo>
  <title>MODEL   PENGELOIAAN   HUTAN    DAN SUMBANGAN  PADA  PEREKONOMIAN KABUPATEN  ACEH  TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muslim Wijaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten  Aceh  Tenggara berdasarkan  Tata Guna hutan  Kesepakatan (TGHK)  yaitu  seluas 880.084  Ha  atau (88,4%)  yang  didominasi  oleh Taman Nasional 50,2%,    Hutan     Lindung      16,9%,   Rutan   Produksi  13,6%,  dan selebihnya   dipergunakan   untuk   hutan   cadangan   dan   penggunaan   lainnya&#13;
19,3%.    Pemerintah  membagi dalam dua wilayah pengelolaan,  yaitu kawasan inti dan kawasan penyangga.   Kawasan inti pada dasarnya  tidak boleh diman faatkan  untuk  keperluan  apapun,    sedangkan    kawasan    penyangga  adalah kawasan yang dapat dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat  yang tinggi di sekitarnya.    Dalam pelaksanaannya  dapat disesuaikan dengan keadaan fisik dan  sosial  ekonomi    masyarakat  baik    dalam  bentuk    agrisilvikultur,  silvo postuur dan farm-forestry.&#13;
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menganalisis: a) Compound  Interest,  untuk  melihat  perkembangan  produksi  dan  peranannya dalam PDRB,  b) Teori Rotasi  Optimum dan Pearse,  untuk  mengetahui  umur pemanenan  dan luas lahan yang  dipergunakan  untuk  suatu produksi  tertentu. Dalam hal  ini  US  $  1   sama dengan  Rp.  2.300,00,   diperoleh  Marginal  Cost&#13;
(penambahan  biaya  tahunan)  sebesar  Rp 407.720  yaitu    [i  S(A)  +  a']  sama&#13;
dengan marginal revenue  (perubahan penambahan tahunan pada nilai tegakan) sebesar  Rp  405.030  yaitu  [  S(A)]  dan bunga  tahunan  pada  nilai  tegakan sebesar  Rp  404.340    per  hektar.   Didapat  umur  rotasi  optimum  penebangan&#13;
hutan di Kabupaten Aceh Tenggara yaitu 37 ,5  tahun,  volume kayu per hektar mencapai  439,00  m3,  nilai  optimum  sebesar  Rp  5.750,00,     diperoleh  nilai tegakan pohon per hektar sebesar Rp.  2.527 .120, nilai sewa tanah berada pada posisi tertinggi  yaitu sebesar  Rp  1.550,00,  diperoleh  nilai Net Present  Value (NPV) atau site value yang maksimum yaitu sebesar Rp 9.700,00.&#13;
Perkembangan  produksi  kayu bulat  dan  olahan  dari  tahun  1991-1995&#13;
.berjumlah   184.779,59  m3,  sumbangan  sub  sektor  kehutanan  periode   1985&#13;
1994   mengalami  kenaikan  pertumbuhan-  rata-rata   31,2 %    dengan  memberi&#13;
sumbangan  terhadap  total pertumbuhan  sektor  pertanian  sebesar  28, 6 %,  se hingga pertumbuhan  sektor pertanian  menjadi  4, 7 %  dan memberi  sumbangan sebesar  87,8%  terhadap total PDRB, jadi rata-rata  kenaikan pertumbuhan  sub sektor kehutanan Kabupaten Aceh Tenggara sebesar 15,1 %.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159607</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:12:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:12:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>