<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159577">
 <titleInfo>
  <title>PENYIMPANGAN   PENGGUNAAN   LAHAN  DARI  RENCANA  TATA  RUANG  DAN DAMPAKNYA TERHADAP  KUALITAS LAHAN DI WILAYAH  PESISIR KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>muzakkir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rencana  Tata  Ruang  Wilayah  (RTRW)   Kota  Banda  Aceh  dalam  10  tahun terakhir   telah   mengalami   beberapa    kali   perubahan/revisi.   Alasan   yang   paling sering dimunculkan dalam revisi tersebut  adalah adanya penyimpangan  yang berkisar&#13;
20-50  %,  dalam  5  tahun  terakhir   telah  terjadi   penyimpangan   penggunaan  lahan sebesar 30,62% atau berkisar  6 % per tahun.  Penyimpangan  sebesar   itu menunjukkan ada  yang menjadi pengahalang. atau ada masalah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tersebut, sehingga tidak dapat dijalankan secara lebih maksimal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengakaji tentang penyimpangan atau ketidaksesuaian pemanfaatan ruang  (eksisting)  dengan Rencana  Tata  Ruang  Wilayah (RTRW) Kota Banda  Aceh serta dampaknya terhadap Kualitas  Lahan di Pesisir Kota Bandam Aceh.&#13;
Peralihan pemanfaatan  ruang  di wilayah  penelitian  sangat mengakhawatirkan, terutama dengan terjadinya peralihan dari lahan-lahan yang sebelumnya menjadi penghambat  abrasi pantai,  serta hilangnya penampungan alam seperti rawa  dan  hutan bakau  sebagai  penampung  air.  Penilitian  ini  dilakukan  di •  empat  kecamatan,  yaitu Kecamatan   Meuraxa   (6   desa),   Kecamatan  Kutaraja  (2   desa),   Kecamatan   Syiah Kuala  (3  desa),  dan  Kecamatan  Kuta   Alam  (3  desa).  Keseluruhan wilayah  yang dijadikan  sebagai  wilayah   penelitian   berada  pada  bagian   utara  atau  pada  bagian pesisir  Kota   Banda  Aceh mulai  dari Desa Ulee  Lheu (Kecamatan  Meuraxa)  sampai ke Desa Alue Naga  (Kecamatan Kuta Alam), dengan luas keseluruhan adalah 1.893  ha Untuk   penelitian   ini   digunakan   metode   deskriptif,   dilakukan   dengan   langkah• langkah  penelitian mulai dari persiapan,  pengumpulan data, analisis data hasil survei, analisis peta dengan menggunakan Sistem Informasi  Geografi (SIG), dan analisis kadar salinitas.&#13;
Berdasarkan   hasil   analisis   maka   terlihat   bahwa   pada   sebahagian   jenis penggunaan  lab.an yang  ada  saat ini tidak  sesuai  dengan RTRW  Kota Banda  Aceh. Secara keseluruhan  terjadi  penyimpangan  atau ketidaksesuaian  antara penyimpangan atau ketidaksesuian  antara pemanfaatan  ruang  dengan Rencana  Tata  Ruang  Wilayah (RTRW)   Kota  Banda  Aceh  sebesar   59,74%.  Penyimpangan   atau  ketidaksesuaian tersebut terjadi pada jenis penggunaan  lahan sawah (0,14%), tambak/kolam (37,32%), permukiman (5,38%),  hutan bakau (4,62%), non urban (3,04%), wisata (23,47%) dan penggunaan lainnya (07,92%).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan wilayah penelitian mempunyai tingkat salinitas yang sangat tinggi yaitu  Desa Lambaro Skep (10,3 mS Cm-1/jelek),   Desa Tibang (18,0 mS Cm-1/ sanga-1 jelek), Desa Aue Naga (20,6 mS  Cm/sangat jelek), Desa Ulee Lhue (32,0 mS Cm'/sangat jelek), dan Desa Gampong Pande (33,0 mS Cm-1/sangat jelek). Penggunaan lahan  sangat berpengaruh  terhadap  kualitas  lahan.  Penggunaan  lahan  tambak/kolam dapat   meningkatkan   salinitas   air   yang   berakibat   pada   turunnya   kualitas   lahan. Sedangkan penggunaan lahan untuk hutan bakau dan lahan terbuka hijau dapat mengahambat terjadinya degradasi lahan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159577</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:30:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:30:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>