<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159569">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN  AMPAS  KELAPA MENJADI  BIOETANOL  DENGAN PENDEKATAN DESIGN OF EXPERIMENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FARHAN ZAKY HASIBUAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Energi terbarukan menjadi solusi penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memanfaatkan limbah organik secara berkelanjutan. Salah satu limbah yang berpotensi namun belum dimanfaatkan secara optimal adalah ampas kelapa, yang memiliki kandungan selulosa dan hemiselulosa cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses fermentasi bioetanol dari ampas kelapa menggunakan pendekatan Design of Experiment (DoE) dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dan rancangan Box-Behnken Design. Sebanyak 17 kombinasi perlakuan digunakan untuk mengkaji pengaruh tiga faktor utama, yaitu suhu fermentasi (25–35°C), konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae (2–5%), dan massa urea sebagai sumber nitrogen (1–7 g/L). Proses diawali dengan pretreatment secara hidrotermal, dilanjutkan dengan hidrolisis menggunakan larutan H₂SO₄ 3% dalam autoclave pada suhu 121°C selama 20 menit, dan dilanjutkan fermentasi selama tiga hari. Kadar bioetanol dianalisis menggunakan refraktometer alkohol. Hasil analisis menunjukkan bahwa massa urea memiliki pengaruh negatif paling signifikan terhadap kadar bioetanol (p-value 0,0007), diikuti oleh konsentrasi ragi yang berpengaruh positif signifikan (p-value 0,0101), sedangkan suhu fermentasi tidak signifikan secara linear, namun signifikan secara kuadratik (p-value 0,0032). Model regresi kuadratik yang dikembangkan memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 91,74% dan hasil uji lack of fit tidak signifikan (p-value 0,0544), menunjukkan kecocokan model yang baik. Berdasarkan model tersebut, kombinasi optimum untuk menghasilkan kadar bioetanol maksimum sebesar 19,84% adalah suhu fermentasi 30,9°C, konsentrasi ragi 5%, dan massa urea 1 g/L. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan RSM efektif dalam mengoptimalkan proses fermentasi bioetanol dari limbah ampas kelapa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:20:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:37:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>