<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159559">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN ARUS DAN ELEVASI PERMUKAAN LAUT TERHADAP KEJADIAN UPWELLING DI PESISIR BARAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pialisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena upwelling merupakan salah satu proses oseanografi penting yang berperan dalam meningkatkan produktivitas perikanan di wilayah pesisir, termasuk di Pesisir Barat Aceh. Namun, pemahaman mengenai pengaruh kecepatan arus dan elevasi permukaan laut terhadap kejadian upwelling di wilayah ini masih terbatas, terutama akibat keterbatasan data observasi yang luas dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecepatan arus dan elevasi permukaan laut terhadap kejadian upwelling di Pesisir Barat Aceh, serta memahami mekanisme yang mendasari fenomena tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data oseanografi berbasis Google Earth Engine (GEE), yang memungkinkan pengolahan dan visualisasi data spasial dan temporal secara efisien. Data yang digunakan meliputi kecepatan arus, elevasi permukaan laut, dan suhu permukaan laut selama tahun 2023. Analisis dilakukan secara deskriptif dan korelasional untuk melihat hubungan antar variabel dan identifikasi pola upwelling berdasarkan perubahan parameter oseanografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan arus dan elevasi permukaan laut memiliki pengaruh signifikan terhadap intensitas dan distribusi kejadian upwelling di Pesisir Barat Aceh. Pada periode tertentu, peningkatan kecepatan arus disertai penurunan elevasi permukaan laut cenderung memicu terjadinya upwelling yang lebih kuat, yang ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut di area tertentu. Pola musiman juga teridentifikasi, di mana fenomena upwelling lebih dominan terjadi pada bulan-bulan tertentu yang dipengaruhi oleh dinamika monsun dan sirkulasi regional. Analisis spasial menunjukkan bahwa area upwelling tersebar tidak merata, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah yang memiliki interaksi kuat antara arus dan perubahan elevasi permukaan laut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecepatan arus dan elevasi permukaan laut merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya upwelling di Pesisir Barat Aceh. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan analisis berbasis GEE terbukti efektif dalam memantau dan menganalisis fenomena oseanografi secara komprehensif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta pengembangan kajian oseanografi di wilayah pesisir lainnya.&#13;
Kata Kunci: Upwelling, Kecepatan arus, Elevasi permukaan laut, Pesisir barat Aceh, &#13;
          Google Earth Engine&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159559</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:13:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:34:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>