<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159535">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DESAIN PENEMPATAN TANGGA BANGUNAN RNSEKOLAH TERHADAP PERILAKU STRUKTUR DAN RNWAKTU EVAKUASI DALAM SITUASI DARURAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humairah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia yang terletak di wilayah Ring of Fire memiliki ancaman bahaya gempa &#13;
yang tinggi, maka dari itu sangat diperlukan perhatian khusus terhadap aspek &#13;
keselamatan terutama dalam desain bangunan. Bangunan sekolah merupakan &#13;
bangunan yang masuk dalam kategori bangunan beresiko besar dengan tingkat &#13;
kepadatan pengguna yang tinggi. Sehingga desain bangunan sekolah dirancang &#13;
dengan mempertimbangkan aspek keselamatan yang tinggi atau masuk dalam &#13;
kategori risiko yang utama. Desain bangunan sekolah, termasuk dalam penempatan &#13;
tangga sebagai jalur evakuasi, sangat krusial untuk melindungi siswa dalam situasi &#13;
darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penempatan tangga &#13;
dalam struktur bangunan sekolah terhadap perilaku struktur dan waktu evakuasi &#13;
dalam situasi darurat, khususnya saat terjadi gempa bumi. Metode yang digunakan &#13;
meliputi analisis pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020, analisis perilaku &#13;
struktur menggunakan rekaman gempa melalui metode riwayat waktu (time history &#13;
analysis). Selain itu penelitian ini juga menganalisis waktu evakuasi yang &#13;
mempertimbangkan kepadatan populasi, kecepatan pergerakan orang, dan jarak &#13;
jalur evakuasi berdasarkan simulasi penempatan tangga utama. Penelitian ini &#13;
memanfaatkan perangkat lunak SAP2000 untuk memodelkan dan menganalisis &#13;
struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktur dengan &#13;
penempatan tangga di sisi kiri dan kanan, khususnya dengan pendekatan equivalent &#13;
frame, memberikan respons struktural yang paling stabil terhadap beban gempa. &#13;
Model ini menghasilkan gaya geser dasar tertinggi 3349,4 kN dan terendah 2778,3 &#13;
kN, perpindahan sebesar 55,53 mm dan simpangan antar tingkat sebesar 20,37 mm &#13;
yang menunjukkan nilai terendah dari model lainnya. Selain itu dari sisi evakuasi, &#13;
model yang sama juga menunjukkan waktu evakuasi tercepat, dengan efisiensi &#13;
waktu hingga 5,96% lebih cepat dibandingkan model dengan tangga di tengah. &#13;
Temuan ini menegaskan bahwa desain dan posisi tangga dalam bangunan sekolah &#13;
tidak hanya mempengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari, tetapi juga &#13;
memiliki dampak signifikan terhadap keselamatan struktural dan kelancaran proses &#13;
evakuasi saat terjadi bencana.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 09:34:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 09:39:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>