ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP BIAYA PADA PEMBANGUNAN PROYEK JALAN PROVINSI DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP BIAYA PADA PEMBANGUNAN PROYEK JALAN PROVINSI DI BANDA ACEH


Pengarang

Henri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Anita Rauzana - 198006202008122004 - Dosen Pembimbing I
Alfa Taras Bulba - 198208092008121002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2304201010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik (S2)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proyek konstruksi jalan memiliki peran strategis dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas suatu wilayah. Namun, dalam pelaksanaannya, proyek ini sering menghadapi berbagai risiko yang dapat berdampak pada biaya, waktu, dan kualitas pekerjaan. Salah satu studi kasus yang relevan ialah Proyek Jalan Provinsi di Banda Aceh, yang mengalami sejumlah kendala, terutama dalam aspek pembiayaan akibat manajemen
risiko yang belum optimal. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor risiko, menilai tingkat risiko, serta menentukan tingkat penerimaan risiko pada proyek tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penulisan ini ialah Relative Importance Index (RII), yang digunakan untuk menentukan faktor risiko paling signifikan berdasarkan peringkat. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 41 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis memperlihatkan jika risiko tertinggi dalam proyek ini ialah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai RII sebesar 0,815, yang dikategorikan sebagai risiko unacceptable atau tidak dapat diterima. Risiko kenaikan BBM menjadi sangat signifikan karena tingginya kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasional alat berat dan distribusi material konstruksi. Oleh karena itu, strategi mitigasi yang direkomendasikan ialah perencanaan logistik yang optimal, mencakup efisiensi rute distribusi material, pengaturan jadwal operasional secara tepat, serta pengendalian penggunaan BBM. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak risiko pada biaya dan keterlambatan proyek secara lebih efektif.

Improving a region's accessibility and mobility is a key objective of road development projects. But, there are a number of hazards that these projects encounter throughout execution that could affect the time, money, and quality of the job. The Banda Aceh Provincial Road Project is an instructive case study since it overcame many challenges, most notably with funding as a result of ineffective risk management. Finding out how much risk is acceptable for the project, what variables contribute to it, and how much risk there is are the goals of this study. This study used the Relative Importance Index (RII) as its analytical tool; this index ranks potential risk variables and ranks them according to their relative importance. Information was gathered by sending out surveys to 41 people chosen at random using a purposive sample method. An unacceptable risk with a RII value of 0.815, the rise in fuel oil costs (BBM), is the top risk in this project, according to the research. Because heavy equipment operations and the transport of building materials rely on gasoline, the danger of fuel price increases becomes quite substantial. In order to minimize the impact, it is advised to implement optimum logistics planning. This includes ensuring that material distribution routes are efficient, creating proper operating timetables, and regulating fuel use. We anticipate that this approach, if put into action, will significantly lessen the influence of risks on project budgets and timelines.

Citation



    SERVICES DESK