Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH DESAIN PENEMPATAN TANGGA BANGUNAN SEKOLAH TERHADAP PERILAKU STRUKTUR DAN WAKTU EVAKUASI DALAM SITUASI DARURAT
Pengarang
Humairah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yunita Idris - 198006082009122002 - Dosen Pembimbing I
Zahra Amalia - 199203122019032023 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104101010081
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : .,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Indonesia yang terletak di wilayah Ring of Fire memiliki ancaman bahaya gempa
yang tinggi, maka dari itu sangat diperlukan perhatian khusus terhadap aspek
keselamatan terutama dalam desain bangunan. Bangunan sekolah merupakan
bangunan yang masuk dalam kategori bangunan beresiko besar dengan tingkat
kepadatan pengguna yang tinggi. Sehingga desain bangunan sekolah dirancang
dengan mempertimbangkan aspek keselamatan yang tinggi atau masuk dalam
kategori risiko yang utama. Desain bangunan sekolah, termasuk dalam penempatan
tangga sebagai jalur evakuasi, sangat krusial untuk melindungi siswa dalam situasi
darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penempatan tangga
dalam struktur bangunan sekolah terhadap perilaku struktur dan waktu evakuasi
dalam situasi darurat, khususnya saat terjadi gempa bumi. Metode yang digunakan
meliputi analisis pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020, analisis perilaku
struktur menggunakan rekaman gempa melalui metode riwayat waktu (time history
analysis). Selain itu penelitian ini juga menganalisis waktu evakuasi yang
mempertimbangkan kepadatan populasi, kecepatan pergerakan orang, dan jarak
jalur evakuasi berdasarkan simulasi penempatan tangga utama. Penelitian ini
memanfaatkan perangkat lunak SAP2000 untuk memodelkan dan menganalisis
struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktur dengan
penempatan tangga di sisi kiri dan kanan, khususnya dengan pendekatan equivalent
frame, memberikan respons struktural yang paling stabil terhadap beban gempa.
Model ini menghasilkan gaya geser dasar tertinggi 3349,4 kN dan terendah 2778,3
kN, perpindahan sebesar 55,53 mm dan simpangan antar tingkat sebesar 20,37 mm
yang menunjukkan nilai terendah dari model lainnya. Selain itu dari sisi evakuasi,
model yang sama juga menunjukkan waktu evakuasi tercepat, dengan efisiensi
waktu hingga 5,96% lebih cepat dibandingkan model dengan tangga di tengah.
Temuan ini menegaskan bahwa desain dan posisi tangga dalam bangunan sekolah
tidak hanya mempengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari, tetapi juga
memiliki dampak signifikan terhadap keselamatan struktural dan kelancaran proses
evakuasi saat terjadi bencana.
Indonesia, which is located in the Ring of Fire region, has a high earthquake hazard, therefore special attention is needed to safety aspects, especially in building design. School buildings are buildings that fall into the category of high-risk buildings with a high level of user density. So that the design of school buildings is designed by considering high safety aspects or in the main risk category. School building design, including the placement of stairs as an evacuation route, is crucial to protect students in emergency situations. This study aims to evaluate the effect of stair placement in school building structures on structural behavior and evacuation time in emergency situations, especially during earthquakes. The methods used include loading analysis based on SNI 1727:2020, analysis of structural behavior using earthquake records through the time history analysis method. In addition, this research also analyzes evacuation times that consider population density, speed of movement of people, and distance of evacuation routes based on simulations of the placement of the main stairs. This research utilizes SAP2000 software to model and analyze the building structure. The results showed that the structural model with stairs on the left and right sides, especially with the equivalent frame approach, provided the most stable structural response to earthquake loads. This model produced the highest base shear force of 3349.4 kN and the lowest of 2778.3 kN, a displacement of 55.53 mm and an inter-level deviation of 20.37 mm, which were the lowest values of the other models. In terms of evacuation, the same model also showed the fastest evacuation time, with a time efficiency of up to 5.96% faster than the model with the stairs in the center. These findings confirm that the design and positioning of staircases in school buildings not only affect the comfort of daily use, but also have a significant impact on structural safety and the smoothness of the evacuation process during a disaster.
PENGARUH DESAIN PENEMPATAN TANGGA BANGUNAN SEKOLAH TERHADAP PERILAKU STRUKTUR DAN WAKTU EVAKUASI DALAM SITUASI DARURAT (Humairah, 2025)
EVALUASI KELENGKAPAN FASILITAS TSUNAMI ESCAPE BUILDING (TEB) DI KECAMATAN MEURAXA UNTUK KELAYAKAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) (ZAHRINA, 2019)
ANALISIS PENENTU KEPUTUSAN EVAKUASI UNTUK MENDUKUNG RENCANA TANGGAP DARURAT TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH (VONA INAYAH, 2025)
IDENTIFIKASI KETAHANAN STRUKTUR GEDUNG EVAKUASI DI ULEE LHEUE TERHADAP BEBAN TSUNAMI (AMIRAH FASYA, 2019)
IDENTIFIKASI FREKUENSI NATURAL DAN DAMPING RATIO DENGAN MENGGUNAKAN MIKROMETER PADA GEDUNG EVAKUASI BENCANA DESA ULEE LHEUE DAN DESA ALUE DEAH TEUNGOH (TEUKU NANTA SETIA, 2018)