ORIENTASI, ENTROPI, DAN SIRKUITAS JARINGAN JALAN KOTA METROPOLITAN DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ORIENTASI, ENTROPI, DAN SIRKUITAS JARINGAN JALAN KOTA METROPOLITAN DI INDONESIA


Pengarang

Zikri Aulia Mubarak - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sylvia Agustina - 197308171999032002 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904110010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk dan pembangunan perkotaan di Indonesia telah meningkatkan permintaan terhadap infrastruktur jalan yang efisien guna mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas manusia. Jaringan jalan memainkan peran penting dalam membentuk struktur tata ruang dan karakter morfologis suatu kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola orientasi, entropi, dan sirkuitas jaringan jalan, serta mengklasifikasikan tipologinya di delapan kota metropolitan di Indonesia. Analisis dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari Open Street Map (OSM) yang diproses melalui perangkat lunak OSMnx (Open Street Map Network X). Tiga variabel utama yang dianalisis meliputi orientasi, entropi, dan sirkuitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kota-kota metropolitan di Indonesia memiliki pola jaringan jalan yang beragam, mulai dari pola grid hingga bentuk yang tersebar. Melalui analisis klaster dengan metode hierarki, kota-kota tersebut terbagi ke dalam dua skema klaster. Skema pertama terdiri dari dua klaster utama dengan karakteristik jaringan yang berbeda: Klaster 1 hanya mencakup Kota Medan, sedangkan Klaster 2 mencakup Surabaya, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Jakarta, Makassar, dan Semarang. Skema kedua membagi kota ke dalam empat klaster dengan karakteristik jaringan jalan yang lebih terperinci: Klaster 1 terdiri dari Medan, Klaster 2 dari Surabaya, Klaster 3 dari Bandung, Jakarta, Makassar, dan Semarang, serta Klaster 4 dari Bandar Lampung dan Palembang. Hasil ini menunjukkan bahwa kota-kota dalam klaster yang berbeda memerlukan pendekatan perencanaan yang berbeda pula, seiring dengan perbedaan karakteristik jaringan jalannya. Temuan ini memberikan wawasan mengenai struktur jaringan jalan perkotaan, serta dapat menjadi landasan dalam perencanaan infrastruktur transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan ditingkat nasional.

Population growth and urban development in Indonesia have increased the demand for efficient road infrastructure to support economic activities and human mobility. The road network plays a crucial role in shaping the spatial structure and morphological characteristics of a city. This study aims to identify the orientation, entropy, and circuity patterns of road networks and classify their typologies in eight metropolitan cities in Indonesia. The analysis used secondary data from OpenStreetMap (OSM) processed through the Open Street Map Network X (OSMnx) software. The three main variables analyzed include orientation, entropy, and circuity. The results show that metropolitan cities in Indonesia exhibit varying road network patterns, consisting of grid and dispersed forms. Based on the clustering analysis, cities were grouped into two cluster groups. The first group consists of two major categories with distinct network characteristics: Cluster 1 consists solely of Medan, while Cluster 2 includes Surabaya, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Jakarta, Makassar, and Semarang. The second group consists of four categories with similar street network characteristics: Cluster 1 consists of Medan, cluster 2 consists of Surabaya, cluster 3 consists of Bandung, Jakarta, Makassar, and Semarang, while cluster 4 consists of Bandar Lampung and Palembang. The results show that cities in different clusters require distinct planning approaches due to the varying characteristics of their road networks. These findings provide valuable insights into the organization and structure of urban street networks, offering a foundation for more efficient and sustainable transportation infrastructure planning at the national level.

Citation



    SERVICES DESK