<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159491">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Zailita Nurma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN  UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan budidaya ikan kakap putih kerap menghadapi masalah rendahnya tingkat penetasan telur akibat serangan jamur. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan ekstrak daun jarak pagar  (Jatropha curcas) sebagai bahan alami untuk mencegah serangan jamur karena mengandung senyawa anti jamur dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) terhadap daya tetas telur ikan kakap putih (Lates calcarifer) dengan menggunakan dosis yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2025 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis ekstrak daun jarak pagar yang digunakan meliputi perlakuan A (kontrol), perlakuan B (1,5 g/L), perlakuan C (3 g/L), Perlakuan D (4,5 g/L) dan perlakuan E (6 g/L). Fase embriogenesis yang diamati pada saat penelitian berupa fase morula, blastula, gastrula, organogenesis, dan larva. Hasil penelitian ini menunjukkan daya tetas telur berkisar antara 48,28-86,50%, tingkat kelangsungan hidup larva berkisar antara 39,25-82,75%. Berdasarkan uji ANOVA yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun jarak pagar berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 23:31:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 11:24:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>