<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159487">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENINGKATAN INDEKS PEMBAGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruhama Afriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas Fisipol (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IPM Kabupaten Gayo Lues masih rendah meskipun mengalami peningkatan. Faktor utama penyebabnya adalah terbatasnya akses pendidikan, rendahnya pendapatan, serta keterbatasan layanan kesehatan. Kondisi geografis yang sulit dan minimnya investasi infrastruktur juga menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan menurut Merile S. Grindle (1980) dengan indikator yaitu Isi Kebijakan, Konteks Implementasi, Aktor yang terlibat, Sumber daya dan Proses Implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan IPM di Kabupaten Gayo Lues terkendala akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi. Sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk solusi berkelanjutan. Tantangan yang di hadapi Rendahnya IPM di Gayo Lues dipengaruhi pola pikir tradisional dan keterbatasan infrastruktur. Minimnya kesadaran pendidikan, kesehatan, serta akses layanan dasar menghambat kemajuan. Kesimpulan Pelaksanaan kebijakan peningkatan IPM di Gayo Lues menghadapi tantangan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Rendahnya pengetahuan kesehatan Ibu dan anak serta kurangnya tenaga medis menghambat layanan kesehatan, sementara akses pendidikan membaik meski masih terkendala faktor geografis dan sosial. Peneliti menyarankan agar Pemerintah harus meningkatkan infrastruktur dan layanan dasar, sementara masyarakat perlu memanfaatkannya secara optimal agar IPM Gayo Lues meningkat berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci:Indeks Pembagunan Manusia, Implementasi Kebijakan, Gayo Lues&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 23:00:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 09:13:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>