<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159455">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MARKET RESEARCH PRODUK TEMPE BERBASIS KACANG KORO BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN DAN METODE CONJOINT ANALYSIS DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SINTIA MAILIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, ketergantungan terhadap kacang kedelai impor menyebabkan ketahanan pangan nasional menjadi tidak mandiri dan rentan terhadap gejolak pasar global. Sebagai upaya solusi, pengembangan produk tempe berbasis kacang koro (Canavalia ensiformis) menjadi alternatif yang potensial karena kandungan proteinnya yang tinggi serta kaya akan senyawa antioksidan. Produk tempe berbasis kacang koro saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara luas di wilayah Aceh. Pengembangan awal telah dilakukan di Pulau Jawa, khususnya di Kota Bogor, yang telah berhasil memproduksi produk tempe berbasis kacang koro sebagai alternatif untuk ketahanan pangan nasional. Produk tersebut menjadi acuan (benchmark) dalam penelitian ini, khususnya dalam melihat potensi adaptasi dan penerimaan konsumen di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami preferensi konsumen terhadap produk tempe berbasis kacang koro sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai peluang pasar dan strategi pemasaran yang tepat. Berdasarkan metode conjoint analysis, atribut yang paling memengaruhi keputusan pembelian produk tempe berbasis kacang koro adalah label dengan importance values sebesar 15,818%, dan diikuti oleh atribut lainnya yaitu kemasan 14,505%, tekstur 13,247%, ukuran 13,025%, sertifikasi (legalitas) 10,146%, media pemasaran 9,731%, tempat pembelian 9,036%, merek 8,300%, dan terakhir jenis label 6,192%. Kombinasi atribut dan level yang paling disukai responden yaitu tekstur kacang koro halus, kemasan daun pisang, ukuran sedang, sertifikasi halal dan BPOM, merek nama tradisional, label informasi lengkap, jenis label stiker, tempat pembelian pasar tradisional, serta media pemasaran melalui media sosial.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Market Research, Tempe Kacang Koro, Preferensi Konsumen, Conjoint Analysis, Utility Score, Importance Values</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159455</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 21:01:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:19:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>