<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159447">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT RESILIENSI MASYARAKAT PADA PILAR SOSIAL DAN BUDAYA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN PESISIR KOTA BANDA ACEH, STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PERUMAHAN FORMAL PADA ZONA MERAH BENCANA TSUNAMI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ASH SHIDDIEQY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasca tsunami 2004, pesisir Kota Banda Aceh yang termasuk ke dalam kawasan rawan bencana tsunami mengalami pertumbuhan perumahan formal baru yang cukup signifikan akibat banyaknya permintaan hunian dari para pendatang. Fenomena ini menimbulkan tantangan baru terkait tingkat resiliensi masyarakat terhadap potensi bencana yang serupa di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan persebaran perumahan formal pada zona merah tsunami di Kota Banda Aceh serta menganalisis tingkat resiliensi masyarakat dengan mengadopsi kerangka Coastal Community Resilience (CCR) dengan menggunakan tolok ukur kapasitas sosial dan budaya. Pada penelitian ini menggunakan salah satu pilar dalam tolok ukur CCR yaitu kapasitas sosial dan budaya yang bertujuan untuk melihat kondisi resiliensi berdasarkan perspektif dan persepsi masyarakat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan campuran, yang melibatkan analisis spasial, skoring berdasarkan delapan elemen CCR, serta triangulasi data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumahan formal pada zona merah tsunami di Kota Banda Aceh tersebar pada lima kecamatan di pesisir dengan dominasi di Kecamatan Meuraxa (sebanyak 100 perumahan). Rata-rata indeks resiliensi masyarakat adalah 3,3 yang tergolong sedang. Skor tertinggi dicapai pada elemen peringatan dan evakuasi (3,8), sedangkan skor terendah terdapat elemen pengelolaan sumber daya pesisir (2,9). Berdasarkan hasil penelitian ini, strategi yang tepat untuk meningkatkan resiliensi masyarakat adalah penguatan kapasitas masyarakat berbasis partisipatif tanpa menghilangkan unsur kebudayaan masyarakat setempat. Hal ini didasari karena kurangnya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya pesisir.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 20:32:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 09:44:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>