<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159435">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IMPACT PADA JALOE KAYOH KOMPOSIT SERAT RAMIE TERHADAP DINDING DERMAGA MENGGUNAKAN METODE FEA (FINITE ELEMENT ANALYSIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Azzam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jaloe Kayoh yang umumnya terbuat dari kayu memiliki beberapa kelemahan, seperti bobot yang berat, biaya produksi yang tinggi, dan ke tahanan yang terbatas akibat pelapukan. Oleh karena itu, material komposit serat ramie dipilih sebagai alternatif karena sifatnya yang ringan, kuat, dan tahan terhadap degradasi. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Abaqus untuk menganalisis nilai tegangan (stress), regangan (strain), dan perpindahan (displacement) yang terjadi pada Jaloe Kayoh saat berbenturan dengan dinding dermaga pada berbagai kecepatan benturan (2,4 m/s, 4,4 m/s, 6,4m/s, 8,4 m/s, 10.4 m/s). Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan benturan berbanding lurus dengan nilai tegangan, regangan, dan perpindahan yang terjadi pada Jaloe Kayoh. Semakin tinggi kecepatan benturan, semakin besar pula nilai tegangan, regangan, dan perpindahan yang dihasilkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan benturan berbanding lurus dengan nilai tegangan (stress), regangan (strain), dan perpindahan (displacement). Pada kecepatan 2,4 m/s, nilai stress maksimum mencapai 2,69 MPa, strain maksimum 0,22 mm, dan displacement maksimum 0,04&#13;
mm. Pada kecepatan 4,4 m/s, nilai stress maksimum meningkat menjadi 3,57 MPa, strain maksimum 0,77 mm, dan displacement maksimum 0,07 mm. Pada kecepatan 6,4 m/s, nilai stress maksimum mencapai 6,11 MPa, strain maksimum 1,11 mm, dan displacement maksimum 0,08 mm. Pada kecepatan 8,4 m/s, nilai stress maksimum mencapai 9,18 MPa, strain maksimum 1,28 mm, dan displacement maksimum 0,08 mm. Pada kecepatan 10,4 m/s, nilai stress maksimum mencapai 25,8 MPa, strain maksimum 0,98 mm, dan displacement maksimum 0,05 mm. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi area konsentrasi tegangan maksimum pada dinding dermaga yang memerlukan penguatan untuk meningkatkan ketahanan terhadap benturan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159435</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 18:14:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 09:53:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>