<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159431">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMANFAATAN PANAS LANJUTAN DARI PENGERING BERTINGKAT AWAL UNTUK PEMANAS PENGERING BERTINGKAT LANJUTAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Almayda Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengeringan merupakan aspek krusial dalam pengolahan bahan pangan untuk mengurangi kadar air, meningkatkan stabilitas, dan memperpanjang umur simpan produk. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan kembali energi panas pada alat pengering bertingkat banyak 8 tingkat sebagai sumber panas untuk ruang pengering bertingkat lanjutan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan ruang lanjutan dalam memanfaatkan energi panas ruang pengering utama sebagai panas untuk bahan pengeringan pada sistem peralatan pengering bertingkat. Rancangan sistem penelitian melibatkan penambahan ruang pengering lanjutan dengan 6 tingkatan rak pada alat pengering bertingkat banyak yang sudah ada, sehingga total rak menjadi 14 tingkatan. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan variasi suhu 75℃ - 85℃, baik dalam kondisi tanpa beban maupun dengan beban ikan cakalang 14 kg dan 9 kg. Proses fabrikasi lanjutan menggunakan aluminium sebagai material dinding dan diisolasi tripleks, serta dilengkapi saluran pengarah udara panas dengan teknologi belokan tajam untuk meningkatkan perpindahan panas dan menyeragamkan temperatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ruang pengering lanjutan berhasil menyerupai suhu ruang pengering utama dengan selisih hanya 2−4℃. Distribusi temperatur pada ruang pengering utama dan lanjutan terdistribusi secara seragam, baik dalam kondisi tanpa beban maupun dengan beban pengeringan. Penurunan massa ikan dan kadar air terjadi secara merata, menunjukkan efisiensi waktu pengeringan dan potensi peningkatan produksi. Konsumsi bahan bakar rata-rata tercatat sebesar 0,12 kg/jam untuk beban 14 kg (selama 12 jam) dan 0,13 kg/jam untuk beban 9 kg (selama 9 jam). Kecepatan aliran udara panas juga menunjukkan peningkatan seiring dengan kenaikan suhu dan beban pengeringan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 17:52:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-10 10:48:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>