STRATEGI MASYARAKAT GAMPONG IBOIH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA SABANGRN(STUDI KASUS PANTAI IBOIH KOTA SABANG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI MASYARAKAT GAMPONG IBOIH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA SABANGRN(STUDI KASUS PANTAI IBOIH KOTA SABANG)


Pengarang

Wilda Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pasca pandemi COVID-19, sektor pariwisata di Gampong Iboih mengalami pertumbuhan signifikan, ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan berbagai penghargaan nasional maupun ASEAN. Kondisi ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya membangkitkan kembali kegiatan wisata secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan penelitian yang terdiri dari Keuchik, pokdarwis, Dinas Pariwisata Kota Sabang, pelaku usaha, masyarakat, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi masyarakat selaras dengan teori AGIL oleh Talcott Parsons. Pada aspek adaptasi, masyarakat mampu menyeseuaikan diri dengn budaya wisatawan tanpa menghilangkan identitas lokal. Pencapaian tujuan tercermin dari adanya orientasi untuk untuk menjadikan Iboih sebagai destinasi wisata yang tertib dan berdaya saing. Integrasi dapat dilihat dari kolaborasi aktif antara berbagai elemen masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan pariwisata. Selain itu, pemeliharan pola tampak dari pelestarian adat seperti kenduri laot, edukasi nilai dan norma budaya dan penegakan aturan melalui pendekatan sosial. Temuan ini membuktikan bahwa strategi masyarakat Gampong Iboih tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga selaras dengan fungsi sosial dalam teori AGIL sebagai kerangka pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan pariwisata di Gampong Iboih berhasil dilakukan dengan baik melalui penerapan fungsi dalam teori AGIL secara nyata dan menyeluruh.

Kata Kunci: Strategi, Masyarakat, Pariwisata Gampong Iboih, AGIL


ABSTRACT Post-COVID-19 pandemic, the tourism sector in Gampong Iboih experienced significant growth, marked by an increase in tourist visits and various national and ASEAN awards. This condition encourages active community involvement in efforts to revive tourism activities independently. This study uses a descriptive qualitative approach with research informants consisting of Keuchik, Pokdarwis, Sabang City Tourism Office, business actors, the community, domestic and foreign tourists. Data collection was carried out through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that the community's strategy is in line with the AGIL theory by Talcott Parsons. In terms of adaptation, the community is able to adapt to tourist culture without losing its local identity. The achievement of goals is reflected in the orientation to make Iboih an orderly and competitive tourist destination. Integration can be seen from the active collaboration between various elements of society in managing and developing tourism. In addition, the maintenance of patterns is evident from the preservation of customs such as kenduri laot, education of cultural values and norms and enforcement of rules through a social approach. This finding proves that the strategy of the Iboih Village community is not only practical, but also in line with the social function in the AGIL theory as a framework for community-based tourism development. Based on the results of the study, it can be concluded that the tourism development strategy in Iboih Village was successfully carried out well through the application of the functions in the AGIL theory in a real and comprehensive manner. Keywords: Strategy, Community, Iboih Village Tourism, AGIL

Citation



    SERVICES DESK