PENGARUH INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DAN SEA SURFACE TEMPERATURE (SST) DI PERAIRAN ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DAN SEA SURFACE TEMPERATURE (SST) DI PERAIRAN ACEH


Pengarang

NURFARIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syamsul Rizal - 196101221987031003 - Dosen Pembimbing I
Ichsan Setiawan - 197806072006041004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111101010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) adalah indikator utama variabilitas iklim di Samudra Hindia yang berdampak langsung terhadap pola curah hujan dan suhu permukaan laut (SST) di wilayah barat Sumatra, termasuk Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh IOD terhadap curah hujan dan SST pada tiga stasiun di perairan Aceh. Analisis dilakukan menggunakan data Dipole Mode Index (DMI), curah hujan, dan SST selama empat belas tahun (2010-2023) di Stasiun I Malikussaleh, II Nagan Raya, dan III Sultan Iskandar Muda (SIM). Penelitian ini menggunakan analisis korelasi pearson dan cross correlation dengan jeda waktu (lag). Hasil analisis menunjukkan tahun ekstrem IOD negatif terjadi pada Juli 2016 (-0,758) dan IOD positif terjadi pada Oktober 2019 (0.964). Stasiun II Nagan Raya menunjukkan fluktuasi curah hujan dan SST tertinggi, dengan median 5,17 mm/hari dan 30°C saat IOD negatif, serta 5,66 mm/hari dan 31°C saat IOD positif. Analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan IOD, curah hujan, dan SST bervariasi antar lokasi, fase IOD, dan jeda waktu (lag). Korelasi yang paling signifikan terjadi antara IOD dan SST, terdapat pada Stasiun II Nagan Raya yakni sebesar -0,56 pada lag 0 saat IOD positif dan di Stasiun III SIM sebesar -0,74 pada lag 2 saat IOD negatif, sesuai dengan karakteristik masing-masing fase IOD. Secara umum, pengaruh IOD sangat bervariasi, dan tidak selalu signifikan secara statistik, namun cenderung lebih nyata pada wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. IOD bukan merupakan faktor utama dalam mengendalikan variabilitas iklim lokal di wilayah Aceh.

Kata Kunci : IOD, Curah hujan, SST, Jeda waktu (lag), Aceh

The Indian Ocean Dipole (IOD) phenomenon is a key indicator of climate variability in the Indian Ocean that has a direct impact on rainfall patterns and sea surface temperature (SST) in western Sumatra, including Aceh. This study aims to assess the influence of IOD on rainfall and SST at three stations in Aceh Waters. The analysis was conducted using Dipole Mode Index (DMI), rainfall and SST data for fourteen years (2010-2023) at Station I Malikussaleh, II Nagan Raya, and III Sultan Iskandar Muda (SIM). This study uses Pearson correlation and cross correlation analysis with time lag. The analysis showed that the extreme year of IOD- occurred in July 2016 (-0.758) and IOD positif occurred in October 2019 (0.964). Station II Nagan Raya showed the highest rainfall and SST fluctuations, with a median of 5.17 mm/day and 30°C during IOD-, and 5.66 mm/day and 31°C during IOD positif. Correlation analysis showed that the relationship between IOD, rainfall and SST varied across locations, IOD phases and lags. The most significant correlation between IOD and SST was found at Station II Nagan Raya at -0.56 at lag 0 during IOD positif and at Station III SIM at -0.74 at lag 2 during IOD-, in accordance with the characteristics of each IOD phase. In general, the effect of IOD varies widely, and is not always statistically significant, but tends to be more pronounced in areas directly facing the Indian Ocean. IOD is not a major factor in controlling local climate variability in the Aceh region. Keywords: IOD, Rainfall, SST, Time lag, Aceh

Citation



    SERVICES DESK