ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE T TERHADAP LEBAR PENDEKAT BERDASARKAN METODE MKJI 1997 DAN HCM 2000 (STUDI KASUS JALAN MERDEKA BARAT KOTA LHOKSEUMAWE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE T TERHADAP LEBAR PENDEKAT BERDASARKAN METODE MKJI 1997 DAN HCM 2000 (STUDI KASUS JALAN MERDEKA BARAT KOTA LHOKSEUMAWE)


Pengarang

Hanafiah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0709200060015

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Lhokseumawe merupakan ibukota Pemerintahan Kota Lhokseumawe sekaligus sebagai pusat kegiatan perdagangan, pendidikan sosial dan budaya yang setiap hari dilalui oleh setiap hari oleh arus lalu lintas dari kawasan sekitarnya. Akibatnya pada beberapa titik persimpangan berpotensial terjadi konflik dan rawan macet. Salah satu lokasi yang rawan konflik adalah pada persimpangan Jalan Merdeka Barat dengan Jalan Jaya Sakti. Terjadinya konflik di depan persimpangan karena belum adanya rambu pengatur lalu lintas, dan kondisi geometrik persimpangan belum sesuai standar, sehingga pada jam-jam sibuk berpotensial macet. Berkaitan dengan permasalahan tersebut pada penelitian ini mencoba menganalisis kinerja persimpangan sebagai solusi mhanajemen lalu lintas dalam mengatasi kemacetan di kawasan persimpangan Jalan Merdeka Barat. Metode analisis yang digunakan yaitu metode MK.JI dan HCM 2000. Survey pengambilan data pada ketiga lengan persimpangan dilakukan dengan cara merekam pergerakan lalulintas dengan alat rekam handy cam selama 3 hari, pada jam sibuk pagi, siang dan sore. Hasil analisis dengan metoda MKJI pada kondisi existing nilai derajat kejenuhan, DS=1,09>0.85 berada pada kondisi jenuh. Dengan metode HCM 2000, besarnya delay pada lengan Timur 19,75 det/smp, berada pada tingkat pelayanan C, dan untuk lengan sebelah barat dan sebelah utara 30,76 det/smp, berada pada tingkat peleyanan D. Alternative pelebaran jalan pendekat Jalan Jaya Sakti menjadi 7 meter dan Jalan Merdeka Barat menjadi 14 meter, 4 lajur 2 arah pakai median dapat menurunkan nilai derajat kejenuhan DS=0,60

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK